mediakomen

Kedermawanan Abdurohman Bin Auf رضي الله عنه

Kedermawanan  Abdurrohman bin auf  رضي الله عنه adalah sesuatu yang tidak diingkari oleh semuanya. Maka cukuplah satu peristiwa bersejarah yaitu tatkala Rosululloh صلى الله عليه وسلم mempersiapkan Jaisyul 'Usroh (pasukan berat) sebagai saksi kedermawanan saudagar sahabat Abdurrohman bin auf. Perang Tabuk adalah peperangan terahir yang diikuti oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم semasa hidupnya, tatkala itu kebutuhan materiil sebanding dengan kebutuhan personel karena pasukan Romawi adalah pasukan yang besar materiil dan personelnya, padahal tahun itu adalah musim paceklik di kota Madinah, sedang perjalanan perang panjang dan perbekalan sedikit. 
 
 
 
 
Karena materiil yang ada lebih sedikit dari jumlah personelnya, tatkala sekelompok kaum mukminin memberanikan diri datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم meminta izin untuk berangkat ke Tabuk padahal mereka tidak memiliki bekal yang dapat membawa mereka kesana, Nabi صلى الله عليه وسلم menolak mereka karena tidak adanya perbekalan. Akhirnya, mereka kembali sedang air mata mereka mengalir karena sedih tidak ada yang dapat mereka infakkan. Merekalah yang disebut dengan para bakkain (sahabat miskin yang menangis). Dan disebutlah pasukan perang tersebut sebagai pasukan Jaisyul 'Usroh (pasukan berat) karena beratnya persiapan baik materiil dan personel di musim paceklik panjang.


Di saat-saat itulah Rosululloh صلى الله عليه وسلم begitu mendorong para sahabatnya untuk berinfak di jalan Alloh عزّوجلّ dengan mengharap pahala besar dari-Nya. Maka kembalilah para sahabat رضي الله عنهم mengorek dan menguras seluruh simpanan harta yang mereka miliki untuk menyambut seruan Nabi صلى الله عليه وسلم tersebut. Dan di antara jajaran para sahabat yang terdepan dalam berinfak ialah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه. Beliau datang dengan membawa 200 uqiyah emas, hingga Umar al-Faruq رضي الله عنه mengatakan, "Sungguh saya tidak melihat Abdurrohman bin Auf kecuali dia telah berdosa, karena ia sama sekali tidak menyisakan dari hartanya...." Sampai-sampai Rosululloh صلى الله عليه وسلم bertanya, "Apakah sudah ada yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abdurrohman?" Beliau menjawab, "Iya, aku tinggalkan untuk mereka sesuatu yang lebih banyak dari yang aku infakkan dan jauh lebih berharga." Rosululloh صلى الله عليه وسلم menyahut, "Berapa?" Beliau menjawab, "Apa yang Alloh عزّوجلّ dan Rosul-Nya telah janjikan berupa pahala, rezeki, dan kebaikan."
 
 
 
Pada kesempatan yang lain, Rosululloh صلى الله عليه وسلم hendak menyiapkan sariyyah1 maka beliau kembali membangkitkan semangat infak para sahabat رضي الله عنهم seraya mengatakan, "Bersedekahlah-bersedekahlah karena aku hendak mengutus suatu pasukan." Maka bersegeralah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه ke rumah lalu kembali dengan mengatakan, "Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku memiliki 400.000 dinar, yang 200.000 aku sedekahkan dan 200.000 lagi aku tinggalkan untuk keluargaku." Kemudian terucaplah do'a dari lisan Rosululloh صلى الله عليه وسلم yang mulia, "Semoga Alloh memberkahi (hartamu) baik apa yang engkau berikan atau apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu."
 
 


Sungguh Alloh عزّوجلّ mengabulkan do'a yang diucapkan oleh lisan Nabi-Nya, Maka lihatlah pada suatu hari datanglah sekelompok (kafilah) dagang milik Abdurrohman bin Auf عزّوجلّ ke kota Madinah sedang mereka berjumlah 700 penunggang yang membawa semua kebutuhan manusia dan perhiasan. Tatkala mereka masuk kota Madinah, bergetarlah bumi Madinah dan terdengarlah suara gemuruh. Ketika ditanyakan suara apakah itu, lalu dijawab, "Kelompok (kafilah) dagang milik Abdurrohman bin Auf, sebanyak 700 unta yang memikul gandum, tepung, dan semua kebutuhan hidup manusia."

Sumber:www.ibnumajjah.com (PUSAT DOWNLOAD EBOOK ISLAM)
Labels: Alkisah, Motivasi

Thanks for reading Kedermawanan Abdurohman Bin Auf رضي الله عنه . Please share...!

0 Comment for " Kedermawanan Abdurohman Bin Auf رضي الله عنه "

Back To Top