Book My Madrasah

Book My Madrasah
mediakomen

Waspada! Ini Panduan Memilih Pesantren yang Aman untuk Anak

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus pelecehan di pesantren menjadi perhatian serius di Indonesia. Bahkan, terdapat kasus yang melibatkan oknum pengasuh (kiyai) yang menyalahgunakan kepercayaan hingga menyebabkan santriwati menjadi korban, termasuk kasus kehamilan.

Meskipun hal ini dilakukan oleh oknum dan tidak mencerminkan seluruh pesantren, orang tua tetap harus lebih waspada dalam memilih lingkungan pendidikan bagi anak.

Artikel ini membahas tips memilih pesantren aman untuk anak agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.



1. Pastikan Pesantren Resmi dan Terdaftar

Langkah pertama dalam cara memilih pesantren yang baik adalah memastikan legalitasnya di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pesantren resmi biasanya memiliki:

  • Sistem pengelolaan yang jelas
  • Kurikulum terstruktur
  • Pengawasan dari pihak terkait

2. Lakukan Survei Langsung ke Pesantren

Jangan hanya melihat dari iklan atau media sosial.

Tips memilih pesantren terpercaya:

  • Kunjungi langsung lokasi
  • Perhatikan kondisi asrama
  • Amati interaksi pengasuh dengan santri

Ini penting untuk memastikan keamanan santri di pesantren.


3. Cek Sistem Perlindungan Anak

Pesantren yang aman harus memiliki sistem perlindungan yang jelas.

Ciri pesantren aman:

  • Ada aturan anti kekerasan dan pelecehan
  • Memiliki SOP pelaporan
  • Ada pengawasan santri 24 jam

Ini adalah faktor utama dalam perlindungan anak di pesantren.


4. Kenali Latar Belakang Pengasuh

Beberapa kasus terjadi karena penyalahgunaan wewenang oleh oknum.

Karena itu:

  • Kenali siapa pengasuhnya
  • Pastikan rekam jejaknya baik
  • Perhatikan jumlah pengasuh vs santri

5. Pastikan Anak Bisa Berkomunikasi dengan Orang Tua

Pesantren yang baik tidak menutup akses komunikasi.

Pastikan:

  • Ada jadwal komunikasi rutin
  • Anak bisa menghubungi orang tua
  • Ada jadwal kunjungan

Komunikasi adalah bagian penting dari keamanan anak di pesantren.


6. Bekali Anak dengan Edukasi Perlindungan Diri

Selain memilih tempat, orang tua juga harus membekali anak.

Ajarkan:

  • Batasan tubuh pribadi
  • Berani menolak
  • Melapor jika merasa tidak aman

7. Bangun Kepercayaan dengan Anak

Anak yang nyaman akan lebih mudah bercerita.

Lakukan:

  • Komunikasi terbuka
  • Tidak menghakimi
  • Memberi rasa aman

8. Pantau Anak Secara Berkala

Jangan sepenuhnya menyerahkan pengawasan kepada pesantren.

Perhatikan:

  • Perubahan perilaku anak
  • Kondisi emosional
  • Cerita yang disampaikan anak

Kesimpulan

Memilih pesantren bukan hanya soal kualitas pendidikan, tetapi juga soal keamanan dan perlindungan anak.

Dengan menerapkan tips memilih pesantren aman untuk anak, orang tua dapat meminimalisir risiko dan memastikan anak mendapatkan pendidikan terbaik dalam lingkungan yang aman dan nyaman.


Hal-Hal yang Diperlukan Saat Akreditasi Sekolah / Visitas

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Akreditasi sekolah merupakan proses penilaian mutu pendidikan yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan kualitas sebuah satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, sekolah akan menghadapi proses visitasi oleh asesor yang bertugas melakukan pemeriksaan dokumen, observasi lingkungan sekolah, hingga wawancara dengan warga sekolah.

 


Bagi banyak sekolah, akreditasi sering menjadi momen yang cukup menegangkan. Namun sebenarnya, akreditasi bukan sekadar penilaian administrasi, melainkan bentuk evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan dengan baik dan terorganisir. 

Berikut beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan saat menghadapi akreditasi sekolah dan visitasi asesor.

1. Kelengkapan Administrasi Pembelajaran

Administrasi pembelajaran menjadi bagian utama yang akan diperiksa asesor. Guru perlu menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran seperti:

  • Modul ajar
  • Absensi peserta didik
  • Catatan penilaian dan umpan balik
  • Hasil tugas dan ulangan harian
  • Buku remedial
  • Pre test dan post test
  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)
  • Dokumentasi atau video pembelajaran

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran berjalan secara aktif, terencana, dan berpusat pada peserta didik.

2. Dokumen Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas yang baik juga menjadi perhatian dalam penilaian akreditasi. Beberapa dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Kesepakatan kelas
  • Kontrak belajar
  • Jadwal piket
  • Kode etik guru dan peserta didik
  • Catatan bimbingan siswa
  • Dokumentasi pembinaan karakter

Hal ini menunjukkan adanya budaya disiplin dan pembinaan karakter di lingkungan sekolah.

3. Dokumentasi Kegiatan Sekolah

Sekolah perlu memiliki dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto maupun video sebagai bukti pelaksanaan program sekolah, seperti:

  • Kegiatan pembiasaan salat dan mengaji
  • Program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun)
  • Praktikum pembelajaran
  • Kegiatan seni dan budaya
  • Ekstrakurikuler
  • Senam bersama
  • Kegiatan sosial dan keagamaan

Dokumentasi yang lengkap akan memperkuat bukti fisik kegiatan sekolah.

4. Administrasi Kepala Sekolah dan Supervisi

Kepala sekolah juga harus menyiapkan berbagai dokumen pendukung, seperti:

  • Program supervisi
  • Instrumen supervisi
  • Dokumentasi supervisi
  • Rencana tindak lanjut (RTL)
  • Program IHT (In House Training)
  • Sertifikat pendidik dan tenaga kependidikan

Selain itu, setiap kegiatan sebaiknya dilengkapi dengan undangan, daftar hadir, berita acara, dan notulen rapat.

5. Kelengkapan Rapat dan Sosialisasi

Berbagai kegiatan rapat dan sosialisasi juga menjadi bagian penting dalam akreditasi, di antaranya:

  • Sosialisasi visi dan misi sekolah
  • Rapat rutin guru
  • Rapat orang tua
  • Rapat pembagian rapor dan ijazah
  • Dokumentasi grup komunikasi sekolah

Kelengkapan administrasi ini menunjukkan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik di lingkungan sekolah.

6. Sarana dan Prasarana Sekolah

Kondisi sarana dan prasarana harus sesuai dengan data yang tercantum dalam Dapodik. Sekolah perlu menyiapkan:

  • Inventaris sarpras
  • Dokumentasi ruang dan fasilitas sekolah
  • SOP pemeliharaan sarpras
  • SOP keamanan dan keselamatan
  • Kotak P3K dan SOP penggunaannya
  • Dokumentasi simulasi bencana
  • MOU dengan puskesmas atau pihak terkait

Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman menjadi nilai tambah dalam penilaian asesor.

7. Program Pencegahan Perundungan dan Sekolah Inklusi

Sekolah juga perlu menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak melalui:

  • SK Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
  • Poster anti bullying
  • Dokumentasi sosialisasi anti perundungan
  • SOP sekolah inklusi
  • Dokumentasi kegiatan inklusi dan ekstrakurikuler

Program ini menjadi bukti bahwa sekolah memperhatikan kenyamanan dan perlindungan peserta didik.

8. Menyiapkan Mental dan Kerja Sama Tim

Selain dokumen, kesiapan mental dan kerja sama seluruh warga sekolah sangat penting. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik perlu memahami tugas masing-masing saat visitasi berlangsung.

Beberapa hal sederhana namun penting antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah
  • Menata ruang administrasi
  • Menyiapkan ruang visitasi
  • Bersikap ramah kepada asesor
  • Menjaga kekompakan dan koordinasi tim

Akreditasi bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang budaya mutu dan semangat bersama untuk memajukan sekolah.

Download  Hal-Hal yang Diperlukan Saat Akreditasi Sekolah / Visitasi

Semoga dengan persiapan yang matang, sekolah dapat menjalani proses akreditasi dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik.


Krisis Akhlak Siswa Jadi Sorotan, Pemerintah Dorong Kurikulum Berbasis Cinta di Sekolah

 Dalam dunia pendidikan, akhlak merupakan fondasi utama yang harus ditanamkan sejak dini. Ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa kebaikan, bahkan bisa menjadi sumber kerusakan. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter mulia pada diri siswa.

Namun, realita yang terjadi saat ini menunjukkan adanya penurunan kualitas akhlak peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Fenomena ini ditandai dengan maraknya perilaku kurang sopan, rendahnya rasa hormat kepada guru, hingga meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah.


 

Krisis Akhlak Jadi Perhatian Serius

Sejumlah pengamat pendidikan menyebut bahwa krisis akhlak ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana. Perubahan sosial, pengaruh media digital, serta lemahnya pendidikan karakter menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut.

Bahkan, di beberapa sekolah mulai muncul perilaku siswa yang berani membantah guru tanpa etika dan kurang menghargai proses pembelajaran.

Kementerian Agama Hadirkan Solusi: Kurikulum Berbasis Cinta

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Agama menghadirkan terobosan baru melalui program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Program ini dirancang untuk mengatasi krisis moral dengan pendekatan yang lebih humanis dan spiritual.

Menteri Agama menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus menumbuhkan kedewasaan emosional dan spiritual peserta didik.

Program ini menekankan pentingnya nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

“Tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan siswa yang pintar, tetapi juga yang berakhlak mulia dan memiliki hati yang baik.”

Peran Guru dan Orang Tua Sangat Krusial

Dalam upaya menanamkan akhlak mulia, peran guru dan orang tua menjadi sangat penting. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Sementara itu, keluarga menjadi lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak. Pola asuh yang tepat—seimbang antara kasih sayang dan ketegasan—dinilai mampu membentuk pribadi anak yang berakhlak baik.

Tantangan Era Digital dan Perubahan Nilai Sosial

Di era digital saat ini, tantangan dalam membentuk akhlak siswa semakin kompleks. Paparan media sosial dan konten digital yang tidak terkontrol turut memengaruhi pola pikir dan perilaku peserta didik.

Perubahan nilai sosial di masyarakat juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ketika nilai sopan santun dan penghormatan mulai memudar, siswa kehilangan figur teladan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Kunci

Berbagai pihak sepakat bahwa solusi utama dari krisis ini adalah penguatan pendidikan karakter di sekolah. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati harus diintegrasikan dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Selain itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Harapan untuk Generasi Masa Depan

Dengan hadirnya berbagai program dan kesadaran bersama, diharapkan dunia pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat dalam akhlak.

Pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk manusia yang beradab, beretika, dan mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Cara Menanamkan Akhlak Mulia pada Siswa di Era Digital

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di era digital saat ini, perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan, namun juga tantangan besar—terutama dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Informasi yang begitu cepat diakses, media sosial yang tanpa batas, serta pengaruh lingkungan digital menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh guru dan orang tua.

Lalu, bagaimana cara menanamkan akhlak mulia pada siswa di tengah derasnya arus digitalisasi?


 

🌱 1. Menjadi Teladan yang Baik (Uswah Hasanah)

Dalam Islam, pendidikan akhlak dimulai dari keteladanan. Guru dan orang tua adalah contoh utama bagi anak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Anak akan lebih mudah meniru daripada hanya mendengar nasihat. Maka, penting bagi pendidik untuk menunjukkan akhlak seperti:

  • Jujur dalam perkataan
  • Sabar dalam menghadapi masalah
  • Santun dalam berkomunikasi

📱 2. Mengarahkan Penggunaan Teknologi Secara Bijak

Teknologi bukan musuh, tetapi alat yang harus diarahkan. Guru dapat:

  • Menggunakan media digital untuk pembelajaran Islami
  • Memberikan edukasi tentang adab bermedia sosial
  • Mengawasi penggunaan gadget di lingkungan sekolah

Ajarkan siswa bahwa setiap aktivitas digital juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.


🕌 3. Menanamkan Nilai Iman Sejak Dini

Akhlak yang baik berasal dari iman yang kuat. Oleh karena itu:

  • Biasakan siswa dengan doa harian
  • Kenalkan kisah para Nabi dan sahabat
  • Ajarkan rukun iman dengan cara yang menyenangkan

Sebagaimana disebutkan dalam website Anda, penanaman iman sejak kecil sangat penting agar tertanam kuat dalam diri anak.


🤝 4. Membiasakan Adab dalam Kehidupan Sehari-hari

Akhlak tidak cukup diajarkan, tetapi harus dibiasakan. Contohnya:

  • Mengucapkan salam
  • Menghormati guru dan orang tua
  • Disiplin dalam belajar
  • Menjaga kebersihan

Kebiasaan kecil ini akan membentuk karakter besar di masa depan.


🎯 5. Kolaborasi Guru dan Orang Tua

Pendidikan akhlak tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara:

  • Sekolah
  • Orang tua
  • Lingkungan

Komunikasi yang baik antara guru dan wali murid sangat penting untuk memastikan pendidikan berjalan selaras.


🌍 6. Menanamkan Tanggung Jawab Sosial

Ajarkan siswa untuk peduli terhadap sesama:

  • Saling membantu teman
  • Berbagi kepada yang membutuhkan
  • Menghargai perbedaan

Hal ini akan membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.


✨ Penutup

Menanamkan akhlak mulia di era digital bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Kunci utamanya adalah keteladanan, pembiasaan, dan penguatan iman.

Semoga kita semua dapat menjadi bagian dari generasi pendidik yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk akhlak mulia pada anak-anak kita.

Wallahu a’lam bishawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam di Era Digital 2026: Dalil, Tantangan, dan Tips Pelajar Muslim

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat Book My Madrasah 🌿

Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, menuntut ilmu bukan lagi sekadar kewajiban—tetapi juga kebutuhan utama bagi setiap muslim. Kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi siapa saja untuk belajar, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan.

Lalu, bagaimana sebenarnya keutamaan menuntut ilmu dalam Islam di zaman modern ini? Yuk kita bahas bersama ✨

 


 


📖 1. Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga

Dalam Islam, menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Artinya, setiap langkah kita dalam belajar—baik di sekolah, pesantren, maupun melalui media digital—bernilai ibadah di sisi Allah.


🌐 2. Era Digital: Peluang Besar untuk Belajar

Saat ini, belajar tidak harus selalu di ruang kelas. Dengan adanya internet, kita bisa:

  • Mengakses kitab dan materi keislaman online
  • Mengikuti kajian melalui YouTube atau Zoom
  • Menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis AI
  • Membaca artikel edukatif seperti di website ini

Namun, kemudahan ini harus diiringi dengan filter yang kuat, agar tidak terjebak pada informasi yang salah.


⚠️ 3. Tantangan Menuntut Ilmu di Zaman Sekarang

Meski peluang besar terbuka, ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai:

  • 📱 Distraksi media sosial yang berlebihan
  • ❌ Informasi hoaks atau tidak valid
  • 😴 Kurangnya disiplin belajar
  • 🎮 Kecanduan gadget

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki niat yang lurus dan manajemen waktu yang baik.


🧠 4. Adab Menuntut Ilmu yang Harus Dijaga

Agar ilmu yang kita pelajari menjadi berkah, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan:

  • Ikhlas karena Allah
  • Menghormati guru
  • Bersungguh-sungguh dalam belajar
  • Mengamalkan ilmu yang didapat
  • Menyebarkan ilmu kepada orang lain

Ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa buah 🌳


👨‍🏫 5. Peran Guru di Tengah Teknologi

Walaupun teknologi berkembang pesat, peran guru tetap tidak tergantikan. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga:

  • Pembimbing akhlak
  • Teladan dalam kehidupan
  • Pengarah dalam memahami ilmu dengan benar

Karena itu, tetaplah belajar dari guru yang terpercaya.


🌱 6. Tips Menjadi Pelajar Muslim di Era Digital

Agar sukses menuntut ilmu di zaman sekarang, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • 📅 Buat jadwal belajar harian
  • 📚 Pilih sumber belajar yang terpercaya
  • 📵 Batasi penggunaan gadget untuk hal tidak bermanfaat
  • 🤲 Perbanyak doa agar dimudahkan memahami ilmu
  • 👥 Bergabung dengan komunitas belajar positif

✨ Penutup

Menuntut ilmu adalah investasi terbaik untuk dunia dan akhirat. Di era digital ini, kesempatan belajar semakin luas—tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak.

Mari kita menjadi generasi muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak 💚

Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu dan menjadikannya sebagai amal jariyah. Aamiin 🤲

Kumpulan Perangkat Ajar Kurikulum merdeka SD

 *Perangkat Ajar*

Perangkat ajar adalah seperangkat alat atau bahan yang digunakan guru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas, seperti rencana pembelajaran, materi, dan lembar kerja siswa.

*Perangkat Ajar Deep Learning untuk Guru Kelas SD*

Semoga bermanfaat bagi Bapak/Ibu guru! Berikut adalah link Perangkat Ajar Deep Learning untuk kelas SD:




- *Kelas 1*: https://drive.google.com/drive/folders/1XuKPbeEIEWUczUGmwdH75ziz6kyh7i6h

- *Kelas 2*: https://drive.google.com/drive/folders/19Lp6dufln78L2JlKvjxbzGKeyXX8XLAk

- *Kelas 3*: https://drive.google.com/drive/folders/1pjZzyqyIeYIWKP74RCB2iEre1dzJlYPq?usp=sharing

- *Kelas 4*: https://drive.google.com/drive/folders/1QBZdoMupqQB6omU7OC3Dr7ZSgo_EYVcr

- *Kelas 5*: https://drive.google.com/drive/folders/1yVp2yczTz7VQ5mkK9yZmzn79w9nKWqTm

*Kelas6*
A. Bahasa Indonesia https://drive.google.com/drive/folders/1vXm807MO1Zh8yyCrEQJVuRc6QQPDGbyz
B. Matematika https://drive.google.com/drive/folders/1YhKCtoqoPYV-argjVGkGXrlX7HxazE5H
C. Pend. Pancasila https://drive.google.com/drive/folders/1rABiPOPd1ST0FnTesxbtxvYcPRdEzWwk
D. Seni Rupa https://drive.google.com/drive/folders/11xVZP_XuLNX8KC4kNK4aeOmXAfuYQZSt
C. IPAS https://drive.google.com/drive/folders/1VNSaVw0ZLKUvm-SH6tvzGrUR1fb6pXDF
D. Bahasa Inggris https://drive.google.com/drive/folders/1UTjozbT3Zgk-iTxguvIYSEjtgQUgvIeo

Kerja Online Harian bagi ASN || Cara Mengisi Progres Harian e-Kinerja ASN dengan Mudah dan Benar

Bismillahirrahmanirrahim.

Apa kabar sahabat ASN di mana pun berada? Semoga selalu sehat dan dimudahkan dalam setiap amanah pekerjaan.

Seiring penerapan sistem kinerja digital, Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan untuk mengisi progres harian atau kinerja harian melalui aplikasi e-Kinerja. Bagi sebagian ASN, proses ini masih terasa membingungkan. Oleh karena itu, berikut panduan singkat dan mudah dipahami untuk mengisi kerja online harian di e-Kinerja.




Langkah-Langkah Mengisi Progres Harian di e-Kinerja

1. Menambah Progres Harian

  • Klik menu Tambah Progres Harian.

  • Pilih Rencana Aksi yang sudah diinput sebelumnya.

  • Lengkapi data:

    • Tanggal kegiatan

    • Jam mulai kegiatan

    • Jam selesai kegiatan

    • Rencana kegiatan harian

Pastikan data yang diisi sesuai dengan aktivitas yang benar-benar dilakukan.


2. Tampilan Kegiatan Harian

  • Kegiatan harian yang telah diinput akan muncul pada daftar kegiatan, seperti yang ditunjukkan pada gambar poin 2 di aplikasi.

  • Pastikan kegiatan yang tampil sudah sesuai sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.


3. Mengisi Realisasi dan Bukti Dukung (Trajectory)

  • Klik rencana kinerja harian yang akan dilaporkan.

  • Pilih atau klik kolom berwarna merah (lihat gambar poin 2 dan 3).

  • Isi:

    • Realisasi kegiatan

    • Unggah bukti dukung (dokumen, foto, atau file pendukung lainnya)

Langkah ini digunakan untuk Rencana Kinerja Harian Trajectory.


4. Mengisi Realisasi dan Bukti Dukung (Non Trajectory)

  • Klik rencana kinerja harian Non Trajectory.

  • Klik pada kolom merah seperti pada gambar poin 4.

  • Isi realisasi dan unggah bukti dukung sesuai aktivitas yang dilaksanakan.


5. Progres Harian Selesai

  • Jika rencana kinerja harian telah berhasil dilaporkan, maka warna indikator akan berubah menjadi hijau.

  • Ini menandakan bahwa pengisian kinerja harian atau progres harian telah selesai.


Penutup

Pengisian kinerja harian di e-Kinerja memang membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Namun, jika dilakukan secara rutin setiap hari, proses ini akan terasa lebih mudah dan tidak membingungkan.

Semoga rutinitas harian di e-Kinerja dapat diselesaikan dengan lancar, dimudahkan oleh Allah SWT, dan tidak lagi membuat bingung. 😔
Tetap semangat menjalankan tugas dan pengabdian terbaik untuk negeri.

Link informasi Lapor Diri PPG Dalam Jabatan Batch IV bagi sahabat yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan oleh masing-masing LPTK.

 

Apa kabar sahabat Book My Madrasah?

Bismillāhirraḥmānirraḥīm Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi kelancaran dalam setiap langkah menuju profesi guru yang berkompeten, berintegritas, dan penuh keberkahan.

Pada kesempatan ini, kami menyampaikan informasi Lapor Diri PPG Dalam Jabatan Batch IV bagi sahabat yang dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan oleh masing-masing LPTK.
Silakan mengikuti alur lapor diri sesuai kampus penempatan masing-masing melalui link resmi di bawah ini.

 


 

Untuk pembaruan informasi, sahabat dapat bergabung di Saluran WhatsApp MUHAMAD YASIN melalui tautan berikut:
👉 https://whatsapp.com/channel/0029VaGWCob6rsQxJ87eHK1E

Back To Top