Assalamualaikum, pembaca yang insya Allah dirahmati Allah Ta’ala. Semoga tetap dalam kesehatan dan perlindungan Allah Ta’ala. Kita pasti sudah tahu mengenai Rukun Islam, sejak di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi sudah dikenalkan. Namun, terkadang masih banyak orang-orang yang melalaikan kelimanya. Di dalam sebuah riwayat, bahwa Rasulullah Shallalhu alaihi wassalam menyebutkan hal ini, Mari kita simak riwayat berikut ini:

Pada riwayat hadist di atas disebutkan bahwa laki-laki misterius itu bertanya kepada NabI Sahallallualaihi wassalam, “apakah Islam itu? Rasulullah صلی الله عليه وسلم menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan”
Nah sahabat, Islam ditegakkan di atas 5 landasan utama, yaitu:
1. Mengucapkan dua kalimat syahadat2. Mendirikan Sholat fardu
3. Mengeluarkan zakat
4. Bepuasa di bulan Romadhon, dan
5. Mengerjakan haji bagi yang mampu
Lima landasan utama itulah yang sering kita sebutkan sebagai Rukun Islam.
Abul 'Abbas Al-Qurtubi mengatakan bahwa Lima hal tersebut menjadi asas agama Islam dan landasan tegaknya Islam.
Lalu, mengapa tidak disebutkan jihad termasuk ke dalam asas-asas utama di atas. Padahal jihad fisabilillah merupakan puncaknya keimananan seorang mukmin.
Abul 'Abbas Al-Qurtubi melanjutkan perkataannya bahwa Lima hal tersebut diatas disebut secara khusus tanpa menyebutkan Jihad (Padahal Jihad adalah membela agama dan mengalahkan penentang-penentang yang kafir) Karena kelima hal tersebut merupakan kewajiban yang abadi, sedangkan jihad merupakan salah satu fardhu kifayah, sehingga pada saat tertentu bisa menjadi tidak wajib.
Lalu, bagaimana dengan urutan dalam susunan asas-asas tersebut, padahal ada pada hadis di atas disebutkan haji lebih dahulu dari puasa romadhon. Memang beberapa riwayat menyebutkan bahwa Haji lebih dahulu dari Puasa Romadhon. Hal ini adalah keraguan perawi. Wallahu A'lam (Imam Muhyidin An Nawawi dalam mensyarah hadits ini berkata, "Demikian dalam riwayat ini, Haji disebutkan lebih dahulu dari puasa)
Hal ini sekedar tertib dalam menyebutkan, bukan dalam hal hukumnya, karena puasa ramadhon diwajibkan sebelum kewajiban haji. Dalam riwayat lain disebutkan puasa disebutkan lebih dahulu daripada haji") Oleh karena itu, Ibnu Umar ketika mendengar seseorang mendahulukan menyebut haji daripada puasa, ia melarangnya lalu ia mendahulukan menyebut puasa daripada haji. Ia berkata : "Begitulah yang aku dengar dari Rosulullah "
http://salafidb.googlepages.com
Labels:
Kutipan Hadis
Thanks for reading Rukun Islam itu lima perkara. Please share...!
0 Comment for "Rukun Islam itu lima perkara"