Sudah sejak lama As Sunnah dirongrong dan diserang oleh orang-orang yang berpenyakit hati baik dari kalangan ahlil bidah atau orang kafir dengan cara-cara yang sangat beraneka ragam bentuknya dari yang halus sampai yang paling kasar, dari kekerasan senjata dan perang sampai perusakan aqidah dan konsep pemikiran yang dilakukan mereka dalam rangka memadamkan cahaya Allah dan Allah senantiasa menggagalkan makar dan tipu daya mereka bahkan sebaliknya semakin menyempurnakan cahaya tersebut sehingga membuat mereka mati dalam kedongkolan dan kemarahannya.
Baca Juga : Menu untuk pengembalian BSU kemenag sudah muncul, begini cara mengembalikan BSU ganda!
Diantara cara mereka merusak Islam adalah dengan menyuntikkan konsep pemikiran yang berisi racun-racun yang dapat membius dan memabukkan kaum muslimin sehingga mereka tidak dapat melihat dan memandang agamanya secara benar dan tepat dan itu telah berhasil di suntikkan oleh musuh-musuh Allah Subhanahu wa Taโala dari kalangan para orientalis salibis yang memanfaatkan hasil rangkaian pemikiran ahlil bidah yang muncul didalam islam dan membesar-besarkannya serta menghembuskannya dengan propaganda dan profokasi yang beraneka ragam namanya seperti sekulerisme, pluralisme, kebebasan berfikir, berfikir moderat dan reformis dan lain-lainnya dari propaganda musuh-musuh islam yang hakikatnya hanya satu yaitu menghancurkan dan melemahkan serta memberikan keraguan terhadap aqidah yang benar yang telah dimiliki oleh kaum muslimin.
Salah satu usaha mereka ini adalah menyebarkan pemahaman ingkarus sunnah, satu gerakan dan konsep pemikiran yang berbahaya yang mengajak kaum muslimin meninggalkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dalam memahami dan mengamalkan agama islam dengan menamakan diri mereka Al Quraniyun (golongan Alquran/ ahlil quran) โmereka sendiri sebenarnya adalah perusak Al Quran- atau ingkarus sunnah.
Oleh karena itu berhati-hatilah wahai kaum muslimin dari mereka ini karena mereka sebenarnya hanya ingin merusak pemikiran kaum muslimin atau ingin merusak Islam atau mereka ini sebagaimana tampak lahiriyahnya merupakan antek-antek musuh Islam yang masuk atau dimasukkan kedalam Islam dalam rangka merusak dan menghancurkan agama yang suci ini. Dengan demikian marilah kita membuka mata kita , selalu waspada dan membantah mereka serta memperingatkan kaum muslimin dari pemikiran dan syubhat-syubhat mereka agar kaum muslimin tidak masuk dalam perangkap dan jebakan mereka.
๐ BAGAIMANA MEREKA MENGINGKARI SUNNAH?
Pertanyaan yang menggelitik hati kita, bagaimana mereka bisa mengingkari As Sunnah dan mengaku sebagai golongan Al Quran (Al Quraniyun) sedangkan Al Quran sendiri mengatakan :
ููู ูุขุกูุงุชูุงููู ู ุงูุฑููุณูููู ููุฎูุฐูููู ููู ูุงููููุงููู ู ุนููููู ููุงูุชููููุง
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. [Al-Hasyr/59:7]
ููุฃููุฒูููููุข ุฅููููููู ุงูุฐููููุฑู ููุชูุจูููููู ููููููุงุณู ู ูุงููุฒูููู ุฅูููููููู ู ููููุนููููููู ู ููุชููููููุฑูููู
Dan Kami turunkan kepadamu al-Qurโan, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan. [An-Nahl/16:44]"
Kalau begitu orang yang mengingkari As Sunnah berarti mengingkari apa yang disampaikan Allah dalam Al Quran. Hal ini sebenarnya telah dijelaskan sejak dahulu kala sejak zaman Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dimana beliau bersabda:
Ketahuilah sesungguhnya diturunkan kepada ku Al Quran dan yang semisalnya bersamanya, ketahuilah akan datang seseorang yang kenyang duduk diatas pembaringannya berkata: berpegang teguhlah kepada Al Quran ini saja, semua yang kalian dapati padanya kehalalan maka halalkan dan yang kalian dapati padanya satu keharoman maka haramkanlah. [HR Ahmad 4/131 dan Abu Daud 5/11]
Jadi jelaslah mereka ini sebenarnya hanyalah meneriakkan teriakan-teriakan yang telah ada sejak dahulu kala dalam rangka untuk memasukkan keragu-raguan kepada kaum muslimin terhadap aqidah, ibadah dan akhlak mereka.
๐ MEMBEDAH SYUBHAT-SYUBHAT INGKARUS SUNNAH
Golongan Al Quran atau dikenal di Indonesia dengan kelompok ingkarus sunnah meneriakkan syubhat-syubhat yang dapat di ringkas menjadi beberapa bagian:
*Syubhat Pertama.*
Cukup bagi kita Kitabullah saja karena dia telah menjelaskan kepada kita semua urusan agama dengan segala perinciannya sehingga kaum muslimin tidak membutuhkan As Sunnah sebagai sumber pensyariatan dan pengambilan hukum sebagaimana disampaikan oleh tokoh mereka Abdullah Chakraawaali dalam majalah Isyaatul Quran hal. 49 edisi ketiga tahun 1902 M : Sesungguhnya Alkitab Almajid (Al Quran) telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam agama ini dengan terperinci dan terjelaskan dari semua aspeknya. Maka apa butuhnya kita terhadap wahyu yang khofi (tidak tertulis) dan kepada As Sunnah? hal ini ditegaskan lagi olehnya dalam buku Tarku Iftraโ Taamul hal 10 dengan pernyataannya: kitabullah telah sempurna dan terperinci tidak membutuhkan penjelasan dan tidak butuh tafsirnya Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam dan penjelasan beliau atau pelajaran amaliyah darinya. [1]
*Bantahan*
Benar, telah disepakati bersama bahwa Al Quran telah menjelaskan pokok-pokok syariat dan sebagian dari perincian juziyahnya, akan tetapi apa yang didakwakan mereka bahwa Al Quran telah menjelaskan segala sesuatu yang ada dalam syariat islam ini baik pokok-pokok atau perincian juziyahnya yang dibutuhkan dalam agama merupakan kedustaan karena bagaimana mereka mengetahui kalau shalat itu lima waktu dengan perincian jumlah rakaat dan bacaan dalam setiap gerakan shalat dan berapa ukuran nishab dan zakat yang diambil dan lain-lainnya, bukankah hal itu diketahui dari Rasulullah. Jika Al Quran telah menjelaskan seluruh agama sehingga tidak membutuhkan penjelasan dan tafsir Rasulullah sebagaimana diyakini oleh mereka maka apa faedahnya Allah memerintahkan Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam untuk menjelaskannya kepada manusia dan mengapa kita diperintahkan untuk taat dan melaksanakan seluruh apa yang diprintahkan Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dan menjauhi yang dilarangnya?.
Dr Musthafa Assibaaโi memberikan pernyataan yang benar dalam permasalahan ini dalam kitab Difaaโ Anil Hadits Nabawiy hal 102, dia berkata: sesungguhnya Allah tidak menetapkan (menashkan) dalam kitabNya semua perincian juziyah dari juziyat syariat akan tetapi menjelaskan pokok-pokok, kaidah-kaidah dan dasar-dasar umum syariat, dan diantara pokok-pokok yang dijelaskan Al Quran adalah beramal dengan sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam, sebagaimana dalam firmanNya.
ููู ูุขุกูุงุชูุงููู ู ุงูุฑููุณูููู ููุฎูุฐูููู ููู ูุงููููุงููู ู ุนููููู ููุงูุชููููุง
Apa Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. [Al-Hasyr/59 :7][2]
Mungkin hal itu karena mereka salah dalam memahami firman Allah.
ููููุฏู ููุงูู ููู ููุตูุตูููู ู ุนูุจูุฑูุฉู ูุฃูููููู ุงููุฃูููุจูุงุจู ู ูุงููุงูู ุญูุฏููุซูุง ููููุชูุฑูู ููููููู ุชูุตูุฏูููู ุงูููุฐูู ุจููููู ููุฏููููู ููุชููุตูููู ููููู ุดูููุกู ููููุฏูู ููุฑูุญูู ูุฉู ูููููููู ู ููุคูู ูููููู
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. al-Qurโan itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. [Yusuf/12:111]
Yang mereka fahami kata (ุชูููุตููููู ููููู ุดูููุฆู) bermakna menjelaskan segala sesuatu secara terperinci juziyah syariat ini, Padahal para ahli tafsir menjelaskan bahwa maksudnya adalah menjelaskan dan menyebutkan pokok-pokok syariat, seperti apa yang dinyatakan Imam Ath Thobariy dalam Tafsir Thobariy 13/91: dan Al Quran adalah penjelas segala apa yang dibutuhkan para hamba dari penjelasan perintah, larangan, penghalalan, pengharoman, ketaatan dan kemaksiatan terhadap Allah. [3]
Dan Asy Syaukani berkata dalam Fathul Qadir 3/61 : Dan bukanlah yang dimaksud disini apa yang ditunjukkannya dari keumuman akan tetapi yang dimaksud adalah penjelasan pokok-pokok dan dustur (syariat) [4].
Kemudian dari kesalahan ini mereka membangun pemikiran meninggalkan dan mengingkari selain Al Quran sebagai sumber pengambilan hukum dalam Islam.
*Syubhat Kedua*
As Sunnah bukan wahyu Allah Subhanahu wa Taโala akan tetapi ia adalah ucapan-ucapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam secara dusta tanpa ada hubungan dalam keluarnya Sunnah tersebut dari Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dengan wahyu bahkan tidak turun kepada beliau wahyu kecuali yang terkandung dalam Al Quran saja.
Berkata Abdullah : Sesungguhnya kami tidak diperintahkan kecuali hanya mengikuti apa yang telah diturunkan Allah Subhanahu wa Taโala berupa wahyu, dan seandainya kita benarkan adanya keabsahan sebagian hadits dengan cara mutawatir kepada Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam akan tetapi walaupun demikian tidaklah menjadikan kita wajib mengikutinya karena dia bukanlah wahyu yang turun dari Allah Subhanahu wa Taโala. [5]"
*Bantahan.*
Pendapat As Sunnah bukan wahyu dari Allah adalah salah apa lagi kalau dikatakan itu hanyalah ucapan yang disandarkan kepada beliau Shallallahu โalaihi wa sallam secara dusta karena mereka sendiri mengakui adanya hadits-hadits yang diriwayatkan secara mutawatir yang meniadakan kemungkinan adanya kedustaan bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dan kalau demikian maka ada disana hadits-hadits yang benar-benar bersumber dari Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam.
Adapun As Sunnah adalah pasangannya Al Quran dan sama-sama wahyu yang diturunkan Allah kepada beliau Shallallahu โalaihi wa sallam sebagaimana firman Allah.
ููู ูุงูููุทููู ุนููู ุงููููููู. ุฅููู ูููู ุฅููุงููููุญููู ูููุญูู .ุนููููู ููู ุดูุฏููุฏู ุงููููููู
Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. [An Najm/53:3-5]
Berkata Alqurthubiy dalam tafsirnya :dalam ayat ini ada penjelasan bahwa Assunnah adalah wahyu yang diturunkan dari Allah Subhanahu wa Taโala [6]. Apa lagi Allah mengancam RasulNya dengan ancaman yang keras ketika menjelaskan hakikat kedudukan beliau dalam penyampaian agama Islam dalam firmanNya.
ูููููู ุชูููููููู ุนูููููููุง ุจูุนูุถู ุงููุฃูููุงููููู ูุฃูุฎูุฐูููุง ู ููููู ุจูุงููููู ูููู . ุซูู ูู ููููุทูุนูููุง ู ููููู ุงููููุชูููู
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. [Al Haaqoh/69: 44-46]
Apakah mungkin setelah ancaman yang keras ini Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam berkata dan berbuat dengan dasar hawa nafsu atau keinginannya semata-mata? Padahal beliau Shallallahu โalaihi wa sallam adalah seorang yang sangat jujur sekali, kalau begitu tidaklah mungkin beliau berkata dan berbuat atau menyetujui sesuatu yang bersangkutan dengan agama kecuali dari pemberitahuan dan izin dari Allah Subhanahu wa Taโala dan tidak ada jalan untuk mendapatkan hal itu dari seorang makhluk kepada penciptanya kecuali dengan jalan wahyu yang tentunya menurut definisi syarโi.
Dengan demikian jelaslah bahwa Assunnah adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa Taโala, sehingga beliau bersabda.
Ketahuilah sesungguhnya diturunkan kepada ku Al Quran dan yang semisalnya bersamanya, ketahuilah akan datang seseorang yang kenyang duduk diatas pembaringannya berkata: berpegang teguhlah kepada Al Quran ini saja, semua yang kalian dapati padanya kehalalan maka halalkan dan yang kalian dapati padanya satu keharoman maka haramkanlah. [7]
Kemudian jika melihat dan meninjau amalan para sahabat, didapatkan mereka beramal dengan amalan-amalan yang diperintahkan Rasululloh kepada mereka dan tidak ada nashnya dalam Al Quran sedangkan Allah tidak menghukum Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dan para sahabatnya karena hal itu, hal ini menunjukkan sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam tidak lepas dari wahyu Allah Subhanahu wa Taโala dan menjadi dalil yang tegas akan keabsahan amalan mereka dalam beragama dengan sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam yang merupakan juga wahyu dari Allah.
Berkata Sayyid Rasyid Ridho dalam Tafsir Al Manar 8/308 : Tidak diragukan lagi bahwa mengikuti Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang absah yang menjelaskan perkara agama dari beliau termasuk dalam keumuman apa yang diturunkan kepada kita, karena Allah Subhanahu wa Taโala memerintahkan kita untuk mengikuti dan mentaatinya dan mengkhabarkan kita bahwa beliau adalah utusan penyampai risalahNya sebagimana dalam firanNya:
ููุฃููุฒูููููุข ุฅููููููู ุงูุฐููููุฑู ููุชูุจูููููู ููููููุงุณู ู ูุงููุฒูููู ุฅูููููููู ู ููููุนููููููู ู ููุชููููููุฑูููู
Dan Kami turunkan kepadamu al-Qurโan, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan. [An Nahl/16:44]
Dan mayoritas Ulama berpendapat bahwa hukum-hukum syariat yang ada di dalam As Sunnah adalah wahyu dari Allah dan wahyu tersebut tidak terbatas hanya pada Al Quran.[8]
Dengan demikian As Sunnah adalah pendamping Al Quran dan dia adalah wahyu seperti Al Quran hampir tidak dapat terpahami Al Quran sebagaimana yang wajib dipahami darinya kecuali kembali melihat As Sunnah. [9].
*Syubhat Ketiga.*
Mengikuti As Sunnah berarti telah menyekutukan Allah dalam Hukum padahal Allah telah melarang hal itu dalam firmanNya:
ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. [Al Anโam/6 : 57]
Berkata Abdullah Cakrawaali dalam kitab Al Mubaahatsah hal 42 bahwa hadits-hadits yang menganjurkan untuk mengikuti ucapan dan perbuatan serta persetujuan para Rasul padahal ada kitabullah merupakan alas an klasik yang kuno dan Allah Subhanahu wa Taโala mensucikan para Rasul dan NabiNya dari hadits-hadits ini bahkan menjadikan hadits-hadits ini sebagai kekufuran dan kesyirikan terhadap Allah [10] kemudian pernyataan ini ditafsirkan oleh Khojah Ahmaduddin dalam Tafsir Bayaan linas 2/395 dan 445 : Orang-orang telah memalsukan jalan-jalan periwayatan untuk menghidupkan kesyirikan dan mereka mengatakan: kami beriman kepada Allah Subhanahu wa Taโala sebagai satu-satunya zat yang dipatuhi akan tetapi Allah memerintahkan kami untuk mengikuti RasulNya. Dan ini merupakan satu tambahan atas asal ketaatan yang satu sehingga dengan dalih tersebut mereka membenarkan seluruh kesyirikan ketahuilah bahwa Alah tidak memerintahkan demikian. Allah berfirman.
ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. [Al Anโam/6 : 57] [11]
*Bantahan.*
Alangkah beraninya dia berkata demikian, apakah para Rasul diutus untuk menghidupkan dan mengembangkan kesyirikan dan kekufuran? Bukankah melaksanakan dan mengikuti Sunnah merupakan perwujudan dari penerapan hokum-hukum Al Quran sebagimana firman Allah Subhanahu wa Taโala.
ูููุงู ููุฑูุจูููู ูุงูููุคูู ูููููู ุญูุชููู ููุญููููู ูููู ูููู ูุง ุดูุฌูุฑู ุจูููููููู ู ุซูู ูู ูุงู ููุฌูุฏููุงู ููู ุฃููููุณูููู ู ุญูุฑูุฌูุง ู ููู ููุง ููุถูููุชู ููููุณููููู ููุง ุชูุณููููู ูุง
Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [An Nisa/4:65].
Ini perintah berhukum dengan beliau ketika hidup dan setelah meninggalnya beliau Shallallahu โalaihi wa sallam maka diperintahkan berhukum dengan hukum sunnahnya karena berhukum dengan sunnahnya sama saja dengan berhukum kepada beliau. Hal ini telah diulang-ulang oleh Allah dalam Al Quran diantaranya:
ุฅููููู ูุง ููุงูู ูููููู ุงููู ูุคูู ูููููู ุฅูุฐูุง ุฏูุนููุง ุฅูููู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ููููุญูููู ู ุจูููููููู ู ุฃูู ูููููููููุง ุณูู ูุนูููุง ููุฃูุทูุนูููุง ููุฃููููุงูุฆููู ููู ู ุงููู ูููููุญูููู . ููู ูู ููุทูุนู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ููููุฎูุดู ุงูููู ููููุชูููููู ููุฃูููููุฆููู ููู ู ุงููููุขุฆูุฒูููู
Sesungguhnya jawaban orang-orang muโmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka ialah ucapan โKami mendengar dan kami patuhโ. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. [An Nuur/24:51-52]
Kemudian Allah memperingatkan orang yang tidak mengikuti RasulNya dalam firmanNya.
ูููููููููููู ุกูุงู ููููุง ุจูุงูููู ููุจูุงูุฑููุณูููู ููุฃูุทูุนูููุง ุซูู ูู ููุชููููููู ููุฑูููู ู ููููููู ู ููู ุจูุนูุฏู ุฐููููู ููู ูุข ุฃูููููุฆููู ุจูุงููู ูุคูู ูููููู
Dan mereka berkata:โKami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kamipun taโat,โ Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu.Mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. [An Nuur/24:47]
Maka tidak ada cara utnuk mengetahui hukum dan keputusan beliau kecuali melalui sunnahnya.
Subhat ini sebenarnya terjadi akibat adanya syubhat yang sebelumnya yaitu yang kedua dan Alhamdulillah telah terbantah dan jelas kebatilannya.
Adapun menjadikan firman Allah Subhanahu wa Taโala.
ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. [Al Anโam/6 : 57]
Sebagai hujjah untuk menolak As Sunnah sebagai hukum Allah Subhanahu wa Taโala maka ini merupakan pendalilan yang salah karena lafadz firman Allah ini ada tiga kali disebutkan dalam Al Quran.
*_Pertama : Firman Allah Subhanahu wa Taโala_*
ูู ุฅููููู ุนูููู ุจููููููุฉู ู ููู ุฑููุจููู ููููุฐููุจูุชูู ุจููู ู ูุงุนููุฏูู ู ูุง ุชูุณูุชูุนูุฌูููููู ุจููู ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู ููููุตูู ุงููุญูููู ูููููู ุฎูููุฑู ุงููููุงุตูููููู
Katakanlah:โSesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (al-Qurโan) dari Rabbku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. [Al Anโaam/6:57]
Dalam ayat ini ada bantahan Allah Subhanahu wa Taโala atas kaum kafir yang menuntut Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam untuk mendatangkan muโjizat dan Allah Subhanahu wa Taโala menyatakan bahwa hal itu merupakan hak yang khusus bagi Allah Subhanahu wa Taโala yang tidak ada sekutu padanya.
*_Kedua : Firman Allah Subhanahu wa Taโala_*
ู ูุงุชูุนูุจูุฏูููู ู ููู ุฏููููู ุฅููุข ุฃูุณูู ูุขุกู ุณูู ููููุชูู ููููุข ุฃููุชูู ู ููุกูุงุจูุขุคูููู ู ููุขุฃููุฒููู ุงูููู ุจูููุง ู ูู ุณูููุทูุงูู ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู ุฃูู ูุฑู ุฃููุงููุชูุนูุจูุฏููุง ุฅููุขููุฅููููุงูู ุฐููููู ุงูุฏููููู ุงูููููููู ู ููููููููู ุฃูููุซูุฑู ุงููููุงุณู ูุงูููุนูููู ูููู
Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Yusuf/12:40]
Ayat ini mengisahkan ucapan dan nasehat Nabi Yusuf kepada kedua temannya di penjara yang berisi bahwa penyembahan berhala merupakan perbuatan yang tercela dan kedustaan atas Allah Subhanahu wa Taโala karena Allah lah yang esa dalam hukum dan ibadah
*_Ketiga : Firman Allah Subhanahu wa Taโala_*
ููููุงูู ููุงุจูููููู ูุงูุชูุฏูุฎููููุง ู ูู ุจูุงุจู ููุงุญูุฏู ููุงุฏูุฎููููุง ู ููู ุฃูุจูููุงุจู ู ูุชูููุฑููููุฉู ููู ูุขุฃูุบูููู ุนููููู ู ูููู ุงูููู ู ูู ุดูููุกู ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููุงูู ูููู ุนููููููู ุชููููููููุชู ููุนููููููู ููููููุชูููููููู ุงููู ูุชููููููููููู
Dan Yaโqub berkata:โHai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain;namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diriโ. [Yusuf/12:67]
Ayat ini berisi ucapan Yaโqub dan nasehat beliau terhadap anak-anaknya bahwa apa yang mereka temukan dari kesulitan merupakan taqdir dan ketetapan dari Allah Subhanahu wa Taโala serta mengajarkan mereka adab berjumpa dengan raja.
Ketiga ayat diatas tidak sama sekali mendukung dan tidak ada hubungannya dengan pendapat mereka dalam menolak As Sunnah sehingga sesungguhnya mengikuti sunnah Rasulullah bukanlah kesyirikan dan kekufuran akan tetapi ia adalah tauhid itu sendiri.
*Syubhat Keempat:*
As Sunnah bukanlah merupakan syariat menurut Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dan juga terpahami demikian oleh para sahabat oleh karena itu mereka dilarang untuk menulisnya
Berkata Alhafidz Aslam dalam Maqam Hadits hal 7 :perkara yang tidak ada perdebatan padanya sama sekali adalah pengetahuan sahabat tentang hakikat larangan Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dari penulisan sunnahnya dan mengerti bahwa umat-umat terdahulu tidaklah sesat kecuali dengan sebab penulisan riwayat-riwayat kisah para Nabi mereka. [12]
Lalu berkata lagi : Sesuatu yang harus diperhatikan bahwa hadits-hadits itu seandainya memiliki nilai agama tentunya tidaklah nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dan para sahabatnya melarang dengan keras penulisannya.
*Bantahan*
Syubhat ini tidak ilmiyah dan tidak berlandaskan penelitian dan pengetahuan akan tetapi tampaknya didasari oleh sikap tidak mau menerima kesalahan dan ngawur, alangkah baiknya jika mereka mau melihat kembali buku-buku sunnah dan sejarah sehingga tahu bagaimana kesungguhan dan semangat beliau Shallallahu โalaihi wa sallam mengajari para sahabatnya dan memahamkan mereka perkara agama dengan lisan dan amalan dimana beliau Shallallahu โalaihi wa sallam menjawab segala pertanyaan mereka dan memberikan nasehat-nasehat dari satu waktu kewaktu yang lain baik dikhutbah-khutbah jumโat, ied atau diacara-acara yang lainnya sebagaimana juga kehidupan rumah tangga beliaupun di tulis. Seandainya As Sunnah menurut bekiau Shallallahu โalaihi wa sallam bukanlah syariat dan agama tentunya tidaklah berbuat demikian dan tidak juga menggunakan segala sarana untuk menyebarkan dan menebarkannya. Lihatlah pernyataan Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam kepada delegasi Abdi Qais setelah beliau menyambutnya dan mengajari mereka sebagian perkara agama.
ุงุญูููุธูููู ูู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ู ููู ููุฑูุงุกูููู ู
Hafalkanlah dan beritahulah orang-orang yang dibelakang kalian [HR Bukhori 1/30]
Seandainya As Sunnah bukan termasuk agama tentulah beliau tidak akan memerintahkan untuk menghafal dan menyebarkannya dan tentulah tidak akan keluar dari beliau Shallallahu โalaihi wa sallam perintah mengikuti beliau seperti sabda beliau Shallallahu โalaihi wa sallam.
ุตููููููุง ููู ูุง ุฑูุฃูููุชูู ููููููู ุฃูุตูููููู
Shalatlah kalian sebagiamana kalian melihat aku shalat [HR Bukhori 1/155]
Dan sabda beliau Shallallahu โalaihi wa sallam.
ููุชูุฃูุฎูุฐูููุง ู ูููุงุณูููููู ู ููุฅูููููู ูุงูุฃูุฏูุฑููู ููุนูููููู ูุงูุฃูุญูุฌู ุจูุนูุฏู ุญูุฌูุชููู ููุฐูุง
Hendaklah kalian mengambil manasikku karena aku tidak tahu mungkin tidak berhaji setelah hajiku ini. [HR Muslim 4/79]
Dan tidak akan membebani para sahabatnya untuk menyampaikan sunnahnya sebagimana sabda beliau Shallallahu โalaihi wa sallam ketika haji.
ููููุจููููุบู ุงูุดูุงููุฏู ุงูุบูุงุฆูุจู
Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir [HR Bukhari 1/24]
Demikian juga para sahabat demikian sungguh-sungguh dan semangatnya dalam mengambil Assunnah dan menghafalnya sampai-sampai mereka berjalan jauh untuk mendapatkan satu hadits, seandainya Assunnah bukanlah termasuk syariat dan agama tentulah mereka tidak melakukan hal itu.
Ini semua membuktikan kebatilan syubhat mereka apalagi Allah telah berfirman:
ูููููุฏู ููุงูู ููููู ู ููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุฃูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู ูููู ูู ููุงูู ููุฑูุฌููุง ุงูููู ููุงููููููู ู ุงููุฃูุฎูุฑู ููุฐูููุฑู ุงูููู ููุซููุฑูุง
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.[Al Ahzab/33:21]
Adapun larangan menulis As Sunnah memang ada diawal-awal islam kemudian Rasululah Shallallahu โalaihi wa sallam mengizinkan penulisannya sebagaimana izin beliau kepada Abu Syaah.[13]
*Syubhat Kelima.*
Rasululloh Shallallahu โalaihi wa sallam membimbing para sahabat yang berjumpa dengan beliau sesuai dengan keadan dan kondisi mereka sehingga mencipatakan kondisi hadits-haditsnya sesuai dengan zaman tersebut yang tidak sama dengan zaman sekarang sehingga sekarang tidak perlu lagi kita melihat kepadanya dan cukuplah Al Quran sebagai petunjuk bagi kita.
Berkata Al Khojah dalam majalah Al Bayan hal 32 edisi agustus 1951 M : Ketahuilah bahwa ketaatan kepada rasulullah adalah ketaatan yang terkait dengan zamannya dan pelaksanaan hokum-hukumnya tidak melebihi kehidupannya dan telah tertutup permasalahan ini sejak meninggalnya beliau.[14]
*Bantahan*
Sesungguhnya Al Quran telah menjelaskan kepada kita bahwa dakwahnya Rasululloh adalah dakwah yang umum dan menyeluruh kepada sekalian manusia baik arab atau non arab dan tidak habis dengan wafatnya beliau bahkan akan terus- menerus sampai hari kiamat sebagaiman firman Allah Subhanahu wa Taโala.
ููู ูุขุฃูุฑูุณูููููุงูู ุฅููุงูู ููุขูููุฉู ููููููุงุณู ุจูุดููุฑูุง ููููุฐููุฑูุง ููููููููู ุฃูููุซูุฑู ุงููููุงุณู ูุงูููุนูููู ูููู
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. [Saba/34:28]
Dan pernyataan bahwa dakwah Rasulullah terbatas pada kelompok tertentu atau zaman tertentu adalah pernyataan yang tidak ada dasarnya dan menyelisihi kesepakatan kaum muslimin serta tidak dapat diterima akal yang sehat dan baik karena risalahnya menyeluruh untuk sekalian umat manusia maka tentunya sunnahnya pun demikian sehingga tidak ada perbedaan pelaksanaan amalan dengan dasar Al Quran dan dengan dasar As Sunnah.
Demikianlah sebagian dari syubhat-syubhat mereka yang digunakan untuk menolak sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam semoga Allah Subhanahu wa Taโala selalu menjaga kita dari ketergelinciran dalam syirik dan bidah. Amiien.!!!
*********************
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo.
________
Footnote
[1]. Lihat Al Quraniyun wa Syubhatuhum haula Assunnah hal.210
[2]. Dinukil dari Al Quraniyun hal 211-212
[3]. Lihat Al Quraniyun hal 213
[4]. Lihat Al Quraniyun hal 213
[5]. Dinukil dari Al Quraniyun hal 214
[6]. Lihat Al Quraniyun hal.216.
[7]. HR Ahmad 4/131 dan Abu Daud 5/11
[8]. Dinukil dari Al Quraniyun hal 216
[9]. Lihat Manzilatus Sunnah Fi Tasyriโ Al Islamiy karya Muhgammad Amaan Al Jaamiy hal. 19
[10]. Lihat Al Quraniyun hal 219
[11]. Lihat Al Quraniyun hal 219
[12]. Lihat Al Quraniyun hal 223
[13]. Lihat kisahnya dalam syarah imam Nawawi terhadap shohih Muslim 18/129.
[14]. Llihat Al Quraniyun hal 231.
Sumber : โ๏ธedia Sunnah Nabi
NATA ANTORIUS March 26, 2022 Admin Bandung IndonesiaSaudaraku para pengusaha, di antara adab bermuamalah adalah menunaikan gaji para pegawai tepat waktu pada tanggal gajian. Karena itu adalah perintah Nabi Shalallahu'alaihi wa Sallam secara tersirat dalam makna hadits dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
ุฃูุนูุทููุง ุงูุฃูุฌููุฑู ุฃูุฌูุฑููู ููุจููู ุฃููู ููุฌูููู ุนูุฑููููู
โBerikanlah upah kepada seorang pekerja sebelum keringatnya kering.โ (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga : Menjaga Kesehatan Hati
Maka sangat relevan berdasarkan hadits di atas jika kita bisa menunaikan gaji para karyawan sebelum mereka sampai di rumahnya pada tanggal gajian.
Dengan begitu para pengusaha dan atasan akan mendapatkan 2 kebaikan :
1. Menunaikan akad dan terhindar dari larangan Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam
2. Membuat saudara muslim tersenyum. Bahkan membuat anak dan istri para karyawan ikut bahagia dengan kabar gaji yang telah masuk.
Baca Juga : Apa orientasimu menyekolahkan anak?
Dari Ibnu Umar, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
ุฃูุญูุจูู ุงููููุงุณู ุฅูููู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ุฃูููููุนูููู ู ููููููุงุณู , ููุฃูุญูุจูู ุงูุฃูุนูู ูุงูู ุฅูููู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ุณูุฑููุฑู ุชูุฏูุฎููููู ุนูููู ู ูุณูููู ู , ุฃููู ุชูููุดููู ุนููููู ููุฑูุจูุฉู , ุฃููู ุชูููุถูู ุนููููู ุฏูููููุง , ุฃููู ุชูุทูุฑูุฏู ุนููููู ุฌููุนูุง....
โManusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya.." ( HR. Thabrani)
Wallahu a'lam
Ustadz Ahmad Suryana, B.B.A., D.B.A
Sumber : ustadz Hardadi
NATA ANTORIUS January 18, 2022 Admin Bandung IndonesiaAdab menggaji karyawan
Macam-macam fitnah syahwat ini sumbernya terangkum dalam โkenikmatan kehidupan duniaโ sebagaimana Allah Azza wa Jalla firmankan:
ุฒูููููู ููููููุงุณู ุญูุจูู ุงูุดููููููุงุชู ู
ููู ุงููููุณูุงุกู ููุงููุจูููููู ููุงููููููุงุทููุฑู ุงููู
ููููุทูุฑูุฉู ู
ููู ุงูุฐููููุจู ููุงููููุถููุฉู ููุงููุฎููููู ุงููู
ูุณููููู
ูุฉู ููุงููุฃูููุนูุงู
ู ููุงููุญูุฑูุซู ุฐููููู ู
ูุชูุงุนู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููุงูููู ุนููุฏููู ุญูุณููู ุงููู
ูุฆูุงุจู {14}
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran :14]
โ Maka di antara fitnah syahwat adalah:
A. Fitnah Wanita.
Inilah fitnah pertama dan terbesar serta paling berbahaya bagi laki-laki! Rasulullah sudah memperingatkan hal ini di dalam sabda beliau:
ู
ูุง ุชูุฑูููุชู ุจูุนูุฏูู ููุชูููุฉู ุฃูุถูุฑูู ุนูููู ุงูุฑููุฌูุงูู ู
ููู ุงููููุณูุงุกู
Tidaklah aku menginggalkan fitnah, setelah aku (wafat), yang lebioh berbahaya terhadap laki-laki daripada wanita. [HR. Bukhari no: 5096, Muslim no: 2740, dan lainnya, dari Usamah bin Zaid]
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari hadits ini dengan perkataan: โHadits ini menunjukkan bahwa fitnah yang disebabkan wanita merupakan fitnah terbesar daripada fitnah lainnya. Hal itu dikuatkan firman Allah: โDijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanitaโฆโ (Ali-Imran:14), yang Allah menjadikan wanita termasuk โhubbu syahawatโ (kecintaan perkara-perkara yang diingini), bahkan Dia menyebutkannya pertama sebelum jenis-jenis yang lain sebagai isyarat bahwa wanita-wanita merupakan pokok hal ituโ. [Fathul Bari]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: โKebanyakan yang merusakkan kekuasaan dan negara adalah mentaati para wanitaโ. [Iqtidhaโ Shirathil Mustaqim, hal: 257]
Karena fitnah wanita, seseorang dapat terjerumus ke dalam berbagai kemaksiatan karenanya. Seperti: memandang wanita yang bukan mahramnya, menyentuhnya, berpacaran, bahkan sampai berbuat zina!
Demikian juga banyak pemuda atau orang tua yang menyimpan foto-foto wanita kekasihnya, atau artis film, penyanyi, dan lainnya, yang menyebabkan hatinya menjadi sakit, atau bahkan mati, karena dikuasai bayang-bayang wanita pujaannya itu!
Termasuk fitnah ini adalah laki-laki yang mentaati istri untuk memuaskan kesenangannya di dalam bersolek, berhias, dan bersenang-senang, sehingga berusaha mendapatkan harta berbagai cara, baik halal atau haram!
Atau mencintai istri secara berlebihan sehingga lebih mengutamakannya dari siapapun bahkan orang-tuanya! Atau bahkan lebih mantaati istri daripada mentaati Allah dan Rasul-Nya!! Sehingga suami lebih memilih menemani istrinya daripada melaksanakan ketaatan, baik, shalat berjamaโah di masjid, berjihad fi sabililah dan lainnya.
Demikian juga digunakannya wanita sebagai media iklan, atau pelicin untuk meraih jabatan, kepuasan atasan, dan tujuan duniawi lainnya.
Wanita yang menggunakan daya-tariknya atau bahkan menjual tubuhnya untuk mendapatkan harta. Semua itu merupakan fitnah berbahaya yang ditimbulkan wanita.
B. Fitnah Anak.
Allah mengingatkan fitnah anak ini di dalam firmanNya:
ููุงุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุกูุงู
ููููุง ุฅูููู ู
ููู ุฃูุฒูููุงุฌูููู
ู ููุฃููููุงูุฏูููู
ู ุนูุฏููููุง ูููููู
ู ููุงุญูุฐูุฑููููู
ู ููุฅูู ุชูุนููููุง ููุชูุตูููุญููุง ููุชูุบูููุฑููุง ููุฅูููู ุงูููู ุบููููุฑูู ุฑููุญููู
ู {14} ุฅููููู
ูุข ุฃูู
ูููุงููููู
ู ููุฃููููุงูุฏูููู
ู ููุชูููุฉูู ููุงูููู ุนููุฏููู ุฃูุฌูุฑู ุนูุธููู
ูู {15}
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghaabun: 14-15]
C. Di antara fitnah syahwat adalah saling berlomba meraih dunia dan rakus terhadap harta sehingga menimbulkan iri, dengki, hasad dan saling menjauhi antar umat. Hal itu disebabkan dibukanya kemakmuran dan kemewahan hidup oleh Allah Taโala.
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุฅูุฐูุง ููุชูุญูุชู ุนูููููููู
ู ููุงุฑูุณู ููุงูุฑูููู
ู ุฃูููู ููููู
ู ุฃูููุชูู
ู ููุงูู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนููููู ููููููู ููู
ูุง ุฃูู
ูุฑูููุง ุงูููููู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููู ุบูููุฑู ุฐููููู ุชูุชูููุงููุณูููู ุซูู
ูู ุชูุชูุญูุงุณูุฏูููู ุซูู
ูู ุชูุชูุฏูุงุจูุฑูููู ุซูู
ูู ุชูุชูุจูุงุบูุถูููู ุฃููู ููุญููู ุฐููููู ุซูู
ูู ุชูููุทูููููููู ููู ู
ูุณูุงููููู ุงููู
ูููุงุฌูุฑูููู ููุชูุฌูุนูููููู ุจูุนูุถูููู
ู ุนูููู ุฑูููุงุจู ุจูุนูุถู
Jika Persia dan Romawi dibukakan pada kamu, menjadi kaum yang mana kamu nanti? Abdurrahaman bin โAuf berkata: โKami akan berkata sebagaimana yang diperintahkan Allah dan Rasulullah. (Beliau berkata): โAtau (kamu akan melakukan) selain itu, kamu akan saling berlomba (meraih dunia), kemudian kamu akan saling hasad, kemudian kamu akan saling menjauhi, kemudian kamu akan saling membenci, atau semacamnya, kemudian kamu akan berangkat ke rumah-rumah orang-orang muhajirin, lalu sebagian kamu memukul leher sebagian yang lain. [HR. Muslim, Ibnu Majah, dan lainnya dari Abdulah bin Amr bin Al-Ash]
Dalam hadits lain beliau bersabda:
ููููุงูููููู ููุง ุงููููููุฑู ุฃูุฎูุดูู ุนูููููููู
ู ูููููููู ุฃูุฎูุดูู ุนูููููููู
ู ุฃููู ุชูุจูุณูุทู ุนูููููููู
ู ุงูุฏููููููุง ููู
ูุง ุจูุณูุทูุชู ุนูููู ู
ููู ููุงูู ููุจูููููู
ู ููุชูููุงููุณููููุง ููู
ูุง ุชูููุงููุณููููุง ููุชูููููููููู
ู ููู
ูุง ุฃูููููููุชูููู
ู
Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kamu. Tetapi aku khawatir atas kamu jika dunia dihamparkan atas kamu sebagaimana telah dihamparkan atas orang-orang sebelum kamu, kemudian kamu akan saling berlomba (meraih dunia) sebagaimana mereka saling berlomba (meraih dunia), kemudian dunia itu akan membinasakan kamu, sebagaimana telah membinasakan mereka.โ [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya dari Amr bin Auf Al-Anshari]
D. Tamak Terhadap Asy-Syaraf (kemuliaan, kedudukan, kehormatan, gengsi). Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam memberitakan tentang bahaya tamak terhadap asy-syaraf dengan sabdanya:
ู ูุง ุฐูุฆูุจูุงูู ุฌูุงุฆูุนูุงูู ุฃูุฑูุณูููุง ููู ุบูููู ู ุจูุฃูููุณูุฏู ููููุง ู ููู ุญูุฑูุตู ุงููู ูุฑูุกู ุนูููู ุงููู ูุงูู ููุงูุดููุฑููู ููุฏูููููู
Tidaklah dua srigala lapar yang dilepas pada seekor kambing lebih merusakkannya daripada ketamakan seseorang terhadap harta dan kehormatan (yang merusakkan) agamanya. [HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hibban dari Kaโb bin Malik Al-Anshari. Dishahihkan oleh Syaikh Mushthafa Al-Adawi di dalam Shuwar Minal Fitan, hal: 38]
Sumber : Media Sunnah
Jenis-Jenis Fitnah Syahwat (Penyakit Subhat dan Syahwat bag.3)
Yang pertama adalah asal fitnah syubhat, yang kedua adalah asal fitnah syahwat. Fitnah syubhat-syubhat ditolak dengan keyakinan, adapun fitnah syahwat ditolak dengan kesabaran. Oleh karena itulah Alloh menjadikan kepemimpinan agama tergantung dengan dua perkara ini.
Baca Juga : Pengertian Filsafat dan bagaimana pandangan agama
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ููุฌูุนูููููุง ู
ูููููู
ู ุฃูุฆูู
ููุฉู ููููุฏูููู ุจูุฃูู
ูุฑูููุง ููู
ููุง ุตูุจูุฑููุง ููููุงูููุง ุจูุฆูุงููุงุชูููุง ูููููููููู
Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. [As Sajdah:24]
Ini menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan keyakinan akan dapat diraih kepemimpinan dalam agama. Alloh juga menggabungkan dua hal itu di dalam firmanNya:
ููุชูููุงุตูููุง ุจูุงููุญูููู ููุชูููุงุตูููุง ุจูุงูุตููุจูุฑู }
Dan mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. [Al Hasr :3]
Maka mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran yang menolak syubhat-syubhat, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran yang menghentikan syahwat-syahwat.
Baca Juga : Menghafal Al-Quran, siapa takut!
Allah juga menggabungkan antara keduanya di dalam firmanNya:
ููุงุฐูููุฑู ุนูุจูุงุฏูููุข ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููุฅูุณูุญูุงูู ููููุนููููุจู ุฃูููููู ุงููุฃูููุฏูู ููุงููุฃูุจูุตูุงุฑู
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yaโqub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. [Ash Shaaffat :45]
Maka dengan kesempurnaan akal dan kesabaran, fitnah syahwat akan ditolak. Dan dengan kesempurnaan ilmu dan keyakinan, fitnah syubhat akan ditolak [Mawaridul Amaan, hal: 414-415]
Wallahul Mustaโan.
NATA ANTORIUS September 23, 2021 Admin Bandung Indonesia
Benteng Fitnah Syubhat dan syahwat (Penyakit Syubhat dan Syahwat Bag.2)
Oleh : Ustadz Muslim Atsari
Syaithan merupakan musuh nyata manusia. Dia selalu berusaha menjerumuskan manusia kedalam jurang kekafiran, kesesatan dan kemaksiatan. Di dalam menjalankan aksinya itu syaithan memiliki dua senjata ampuh yang telah banyak makan korban. Dua senjata itu adalah syubhat dan syahwat. Dua penyakit yang menyerang hati manusia dan merusakkan perilakunya.
Baca Juga : Nasehat bagi orang yang melalaikan sholat
Syubhat artinya samar, kabur, atau tidak jelas. Penyakit syubhat yang menimpa hati seseorang akan merusakkan ilmu dan keyakinannya. Sehingga jadilah โperkara maโruf menjadi samar dengan kemungkaran, maka orang tersebut tidak mengenal yang maโruf dan tidak mengingkari kemungkaran. Bahkan kemungkinan penyakit ini menguasainya sampai dia menyakini yang maโruf sebagai kemungkaran, yang mungkar sebagai yang maโruf, yang sunnah sebagai bidโah, yang bidโah sebagai sunnah, al-haq sebagai kebatilan, dan yang batil sebagai al-haqโ. [Tazkiyatun Nufus, hal: 31, DR. Ahmad Farid]
Penyakit syubhat ini misalnya: keraguan, kemunafikan, bidโah, kekafiran, dan kesesatan lainnya.
Syahwat artinya selera, nafsu, keinginan, atau kecintaan. Sedangkan fitnah syahwat (penyakit mengikuti syahwat) adalah mengikuti apa-apa yang disenangi oleh hati/nafsu yang keluar dari batasan syariโat.
Fitnah syahwat ini akan menyebabkan kerusakan niat, kehendak, dan perbuatan orang yang tertimpa penyakit ini.
Penyakit syahwat ini misalnya: rakus terhadap harta, tamak terhadap kekuasaan, ingin populer, mencari pujian, suka perkara-perkara keji, zina, dan berbagai kemaksiatan lainnya.
Baca Juga : Beginilah bentuk Khatamun Nubuwah Rasulullah SAW
KEKHAWATIRAN RASULULLAH TERHADAP PENYAKIT SYUBHAT DAN SYAHWAT
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah mengkhawatirkan fitnah (kesesatan) syahwat dan fitnah syubhat terhadap umatnya. Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุฅูููู ู
ูู
ููุง ุฃูุฎูุดูู ุนูููููููู
ู ุดูููููุงุชู ุงููุบูููู ููู ุจูุทููููููู
ู ูู ููุฑููุฌูููู
ู ููู
ูุถููููุงุชู ุงููููุชููู
Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. [HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami. Dishahihkan oleh Syaikh Badrul Badr di dalam taโliq Kasyful Kurbah, hal: 21]
Syahwat mengikuti nafsu perut dan kemaluan adalah fitnah syahwat, sedangkan fitnah-fitnah yang menyesatkan adalah fitnah syubhat.
Kedua fitnah ini sesungguhnya juga telah menimpa orang-orang zaman dahulu dan telah membinasakan mereka. Allah berfirman.
ููุงูููุฐูููู ู ูู ููุจูููููู ู ููุงูููุง ุฃูุดูุฏูู ู ููููู ู ูููููุฉู ููุฃูููุซูุฑู ุฃูู ูููุงูุงู ููุฃููููุงูุฏูุง ููุงุณูุชูู ูุชูุนููุง ุจูุฎููุงูููููู ู ููุงุณูุชูู ูุชูุนูุชูู ุจูุฎููุงูููููู ู ููู ูุง ุงุณูุชูู ูุชูุนู ุงูููุฐูููู ู ูู ููุจูููููู ุจูุฎููุงูููููู ู ููุฎูุถูุชูู ู ููุงูููุฐูู ุฎูุงุถููุง ุฃูููููุฆููู ุญูุจูุทูุชู ุฃูุนูู ูุงููููู ู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงููุฃูุฎูุฑูุฉู ููุฃูููููุฆููู ููู ู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู
(Keadaan kamu hai orang-oang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagian mereka, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. [At Taibah :69]
Baca Juga : Kisah Jin yang Menyerupai Ibnu Taimiyyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: โAllah menggabungkan antara โmenikmati bagianโ dengan โmempercakapkan (hal yang batil)โ, karena kerusakan agama itu kemungkinan:
โ Terjadi pada keyakinan yang batil dan mempercakapkannya (hal yang batil)
โ Atau terjadi pada amalan yang menyelisihi iโtiqad yang haq.
Yang pertama adalah bidโah-bidโah dan semacamnya. Yang kedua adalah amalan-amalan yang fasiq. Yang pertama dari sisi syubhat-syubhat. Yang kedua dari sisi syahwat-syahwat.
Oleh karena itulah Salafush Shalih dahulu menyatakan: Waspadalah kamu dari dua jenis manusia: Pengikut hawa-nafsu yang telah disesatkan oleh hawa-nafsunya (inilah fitnah syubhat-pen), pemburu dunia yang telah dibutakan oleh dunianya (ini fitnah syahwat-pen)โ.
Mereka juga menyatakan: Waspadailah kesesatan orang โalim (ahli ilmu) yang durhaka (karena terkena fitnah syahwat-pen), dan kesesatan โabid (ahli ibadah) yang bodoh (karena terkena fitnah syubhat-pen), karena kesesatan keduanya itu merupakan kesesatan tiap-tiap orang yang tersesat.
Maka yang itu (orang โalim yang durhaka) menyerupai (orang-orang Yahudi) yang dimurkai, orang-orang yang mengetahui al-haq, tetapi tidak mengikutinya. Sedangkan yang ini (โabid yang bodoh) menyerupai (orang-orang Nashara) yang sesat, orang-orang yang beramal tanpa ilmu.โ [Iqtidhaโ Shirathil Mustaqim, hal: 55, tahqiq Syaikh Khalid Abdul Lathif As-Sabโ Al-โAlami]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata: โFirman Allah Azza wa Jalla : โkamu telah nikmati bagianmuโ mengisyaratkan pada mengikuti hawa-nafsu syahwat, ini merupakan penyakit para pelaku maksiat. Dan firman Allah: โDan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannyaโ mengisyaratkan pada mengikuti syubhat-syubhat, ini merupakan penyakit para pelaku bidโah, pengikut hawa-nafsu, dan perdebatan-perdebatan. Dan sangat sering keduanya (penyakit itu) berkumpul. Maka jarang engkau dapati orang yang aqidahnya ada kerusakan, kecuali hal itu nampak pada lahiriyahnya.โ [Iqtidhaโ Shirathil Mustaqim, hal: 55]