Website MTsS Nurul Hidayah Lubuk Rumbai Muratara

Follow by Email

Pasangan Shalih dan Shalihah

"Dia pergi untuk melamar seorang wanita.
Disaat dia melakukan nadhor (melihat calon istrinya ) adalah wanita syar'i.
Calon istrinya bertanya : "Berapa hafalan Al-Qur'anmu ?"
Dia menjawab : "Saya tidak hafal banyak tapi SAYA INGIN MENJADI LELAKI YANG SHALIH" 
Dia lalu berkata kepada calon istrinya : "Kalau kamu ?"
Calonnya menjawab : "Saya hafal juz amma"
Calonnya kemudian sepakat untuk menikah karena merasa dia ( laki-laki yang datang melamar ini ) jujur.

Setelah menikah...

Sang Istri lalu memintanya untuk membantunya menghafal Al-Qur'an.
Sang suami berkata : "Mengapa kita tidak saling membantu dalam menghafal bersama-sama?"
Mereka lalu memulai menghafal dengan Surat Maryam kemudian berikutnya dan berikutnya sampai hafalan Qurannya selesai dan mereka berdua mendapat Ijazah hafalan Quran.
Kemudian istrinya menawarkan : "Mungkin kita juga bisa memulai menghafal Hadits-hadits Bukhari.."

Di sebuah kesempatan ketika dia berziarah kerumah mertuanya, sang suami mengabarkan kepada mertuanya kalau anaknya sekarang sudah hafal AlQuran Al Karim, Alhamdulillah.
Mertuanya kaget dengan apa yang dikatakan menantunya, dia lalu masuk ke kamar anaknya seraya memperlihatkan banyak kertas kepada menantunya.
Sontak dan alangkah kaget dan bingungnya sang suami, Istrinya ternyata memiliki ijazah hafalan Alquran dan Kutub Sittah (kumpulan kitab-kitab hadits) bahkan sebelum dia menikah dengannya.
SUBHANALLAH....
Dia tidak mempermasalahkan dari awal sedikitnya ilmu yang dimiliki sang calon suami, dan dia kemudian membantunya menghafalkan Al Quran sebagaimana dia telah menghafalnya disaat dia merasa kalau memang sang suami adalah orang Shalih (Dia juga tidak berdusta ketika dia berkata saya hafal juz amma karena dia tidak menafikan bahwa dia juga hafal surat yang lainnya).
Ya Allah jika aku bukan orang yang shalih maka karuniakan kepadaku istri yang shalihah yang membantuku, dan menjadikanku dekat dengan Mu, dan jadikanlah aku orang yang shalih..."
---------
Teks Asli:
الرئيسية قصص إسلامية
=>
ﺫﻫﺐ ﻟﻴﺨﻄﺐ ﻓﺘﺎﻩ
وأثناء ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﻪ
ﺴﺄﻟﺘﻪ ﻛﻢ ﺗﺤﻔﻆ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم
ﻗﺎﻝ ﻟﻬﺎ: لا أحفظ الشيء الكثير ولكن لي رغبة ان اكون عبدا صالحا
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ: ﻭﺍنتِ ؟!
ﻗﺎﻟﺖ: أﺣﻓﻈ ﺟﺰﺀ ﻋﻢ،
ﻭ ﻭﺍﻓﻘﺖ الزواج به ﻟﻤﺎ أﺣﺴﺖ ﺍﻧﻪ ﻓﻌﻼ ﺻﺎﺩﻕ .
ﻭ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻃﻠﺒﺖ ﻣﻨﻪ ﺍن ﻳُﺤﻔِِﻈﻬﺎ القرآن الكريم
فقال : لآبأس نتعاون على الحفظ معاً
ﺑﺪﺃ معا ﺑﺴﻮﺭﺓ ﻣﺮﻳﻢ
ﺗﻮﺍﻟﺖ ﺍﻟﺴﻮﺭ ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﺖ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻋﻠﻰ ناظريه
ﻭﺣﺼﻠﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺟﺎﺯﺓ في الحفظ ﻭﺣﺼﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻫﻮ كذلك..
وعرضت عليه: ﻣﻤﻜﻦ ﻧﺒﺪﺍ ﺑﺤﻔﻆ ﺍﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ
وفي احدى الزيارات الى بيت والدها اخبر ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻭﺍﻟﺪ ﺍﻟﻔﺘﺎﻩ ﻗﺎئلا: ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺑﻨﺘﻚ ﺣﻔﻈﺖ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم.
ـ ﺗﻌﺠﺐ الرجل ﻣﻦ ﻛﻼﻣ زوج بنته
ﻭﺩﺧﻞ ﻏﺮﻓﺔ ﺑﻨﺘﻪ ﻭﺍﺣﻀﺮ ﺍﻭﺭﺍﻕ كثيرة و وضعها امامه.
ويا لمفاجأة الزوج وذهوله.. زوجته ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺠﺘﺎﺯﻩ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ الكريم ﻭﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﺴﺘﻪ من قبل ان تتزوج به.
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﺗﺤﺮﺟﻪ بدايةً ﻟﻘﻠﺔ ﻋﻠﻤﻪ وعملت على ان يحفظ مثلما تحفظ لما حست ﺍﻧﻪ ﺍﻧﺴﺎﻥ ﺻﺎﻟﺢ (ولم تكذب حين قالت انها تحفظ جز عم حيث لم تنفي حفظ ما سواه)
اللهم ان لم اكن صالحا فارزقني زوجة صالحة تعينني و تقربني إليك و اجعلني صالحا"
---
قصة الزوجة الصالحة وطريقة حفظها القرآن الكريم مع زوجها
الأربعاء، ٢ مارس ٢٠١٦
https://milafatyweb.blogspot.com/2016/03/blog-post_94.html?m=1

Asyura dan Karbala

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,_

Tanggal 10 Muharam atau hari asyura menjadi hari istimewa bagi beberapa agama dan sekte kepercayaan. Bagi orang yahudi, Asyura menjadi hari istimewa, karena pada tanggal 10 Muharam, Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

قَدِمَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمَدِينَةَ وَالْيَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ ظَهَرَ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لأَصْحَابِهِ «أَنْتُمْ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ ، فَصُومُوا».
_
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang yahudi), karena itu berpuasalah.”_ (HR. Bukhari)
Bagi kaum muslimin, Asyura menjadi hari istimewa untuk puasa, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan puasa pada hari ini bisa menghapuskan dosa setahun yang telah lewat.
Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

سئل عن صوم يوم عاشوراء فقال كفارة سنة

_Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura’, kemudian beliau menjawab: “Puasa Asyura’ menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.”_ (HR. Muslim dan Ahmad).
*Asyura dan Meninggalnya Husain*

Setelah Yazid dibaiat sebagai amirul mukminin di Syam (wilayah sekitar Damaskus, Suriah, Lebanon, dan Palestina), Husain diajak oleh kelompok Yazid untuk turut membaiat Yazid. Namun Husain menolak, dan beliau segera meninggalkan Madinah menuju Mekah. Ketika Penduduk Kufah (Irak) yang mendengar sikap Husain terhadap Yazid, mereka langsung mengirim berbagai surat kepada Husain. ada lebih dari 500 surat yang diterima Husain. Inti dari isi surat itu ada 3 hal,
1. Penduduk Kufah tidak membaiat Yazid
2. Penduduk Kufah hanya mau taat jika Husain dan keluarga Ali sebagai khalifah
3. Mengundang Husain untuk datang ke Kufah agar bisa dibaiat

Untuk menyelidiki kebenaran ini, Husain mengirim Muslim bin Aqil (sepupu Husain) agar memeriksa keadaan di Kufah yang sebenarnya. Sesampainya Muslim bin Aqil tiba di Kufah, dia singgah di rumah Hani bin Urwah. Di rumah ini, banyak penduduk Kufah yang membaiat Husain melalui perwakilan Muslim bin Aqil. Merasa bahwa penduduk Kufah telah loyal terhadap Husain, Muslim mengirim surat kepada Husain, agar segera datang ke Kufah, karena semua telah disiapkan.
Berita tentang penduduk Kufah didengar oleh Yazid. Ketika itu, Kufah termasuk daerah kekuasaan bani Umaiyah dengan gubernur: Nu’ban bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun karena Nu’man tidak perhatian dengan kejadian baiat Husain di Kufah, beliau dinon-aktifkan dan wiliyah Kufah diserahkan kepada Ubaidillah bin Ziyad, yang ketika itu menjadi gubernur Bashrah. Sehingga Ubaidillah memegang kekuasaan dua wilayah, Bashrah dan Kufah.

Ubaidullah menemui Hani’ bin Urwah dan menanyakannya tentang gejolak di Kufah. Ubaidullah ingin mendengar sendiri penjelasan langsung dari Hani’ bin Urwah. Namun Hani’ tidak mau mengaku, hingga dia dipenjara. Mendengar kabar bahwa Ubaidullah memenjarakan Hani’ bin Urwah, Muslim bin Aqil datang bersama 4000 orang syiah (pembela) Husain yang membaiatnya dan mengepung istana Ubaidullah bin Ziyad. Ini terjadi siang hari.

Ubaidullah bin Ziyad merespon pengepungan Muslim bin Aqil dengan mengancam akan mendatangkan sejumlah pasukan dari Syam. Ternyata gertakan Ubaidullah membuat takut Syiah (pembela) Husein ini. Mereka pun berkhianat dan berlari meninggalkan Muslim bin Aqil hingga tersisa 30 orang saja yang bersama Muslim bin Aqil, dan belumlah matahari terbenam, hingga hanya tersisa Muslim bin Aqil seorang diri.

Anda bisa menilai, bagaimana karakter penduduk Kufah yang menjadi syiah (pembela) Husain dan Ali bin Abi Thalib.

Muslim pun ditangkap dan Ubaidullah memerintahkan agar dia dibunuh. Sebelum dieksekusi, Muslim meminta izin untuk mengirim surat kepada Husein, keinginan terakhirnya dikabulkan oleh Ubaidullah bin Ziyad. Isi surat Muslim kepada Husein adalah _“Pergilah, pulanglah kepada keluargamu! Jangan engkau tertipu oleh penduduk Kufah. Sesungguhnya penduduk Kufah telah berkhianat kepadamu dan juga kepadaku. Orang-orang pendusta itu tidak memiliki akal”._ Muslim bin Aqil kemudian dibunuh, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah, hari Arafah.

Husein berangkat dari Mekah menuju Kufah di tanggal 8 Dzulhijah, hari tarwiyah. Banyak para sahabat Nabi menasihatinya agar tidak pergi ke Kufah. Berikut beberepa nasehat mereka kepada Husain,

 Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu menemui Husain,
_“Sesungguhnya aku adalah seorang penasihat untukmu, dan aku sangat menyayangimu. Telah sampai berita bahwa orang-orang yang mengaku sebagai Syiahmu (pembelamu) di Kufah menulis surat kepadamu. Mereka mengajakmu untuk bergabung bersama mereka. Mohon jangan engkau pergi bergabung bersama mereka karena aku mendengar ayahmu –Ali bin Abi Thalib- mengatakan tentang penduduk Kufah, ‘Demi Allah, aku bosan dan benci kepada mereka, demikian juga mereka bosan dan benci kepadaku. Mereka tidak memiliki sikap memenuhi janji sedikit pun.”_
 Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu menemui Husain,

_“Aku hendak menyampaikan kepadamu beberapa kalimat. Sesungguhnya Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian memberikan dua pilihan kepada beliau antara dunia dan akhirat, maka beliau memilih akhirat dan tidak mengiginkan dunia. Engkau adalah darah dagingnya, demi Allah tidaklah Allah memberikan atau menghindarkan kalian (ahlul bait) dari suatu hal, kecuali hal itu adalah yang terbaik untuk kalian”._

Husein tetap enggan membatalkan keberangkatannya. Ibnu Umar pun menangis, lalu mengatakan, _“Aku titipkan engkau kepada Allah agar tidak dibunuh”._

_Bersambung..._

 Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
 Diposting  oleh
Maa Haadzaa
 *Editor : BIS*
---------------
Dipublish kembali tanpa merubah makna oleh Grup Kajian Islam Ilmiah
*"THE GHUROBA"*
Berbagi faedah ilmu syar'i, info kajian Ahlusunnah Wal Jama'ah Nusantara, Manca Negara dan live streaming audio dan video
----------
Info Whatsapp khusus akhowat
+6281278045229
-------------
Whatsapp grup Berbagi Ilmu Syar'i 7 *(khusus Ikhwan)*
https://goo.gl/1BmJM1
----------------
Instagram The Ghuroba
https://goo.gl/wuW1sH
----------------
Live Streaming Facebook Al Ghuroba
https://goo.gl/t2kzyn
-------------------
Subscribe youtube
https://goo.gl/ov3mBS
-------------------------
Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya ..
Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita, Syukron wajazaakumullahu khairan
#KAJIAN
#SUNNAH
#DAKWAH
#PALEMBANG
#THEGHUROBA
#BERBAGIILMUSYAR'I
#THECREWGHUROBA
#ALGHUROBA
#DAARULILMI

Mereka adalah orang-orang yang duduk, teman duduk mereka tidak akan celaka

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari Ahli Dzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berdzikir. Mereka saling mengajak: ‘Kemarilah kepada hajat kamu’. Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka sehingga langit dunia. Kemudian Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka, ’Apa yang diucapkan oleh hamba-hambaKu?’ Para malaikat menjawab, ’Mereka mensucikan-Mu (mengucapkan tasbih: Subhanallah), mereka membesarkanMu (mengucapkan takbir: Allah Akbar), mereka memujiMu (mengucapkan Alhamdulillah), mereka mengagungkan-Mu’. Allah bertanya, ’Apakah mereka melihatKu?’ Mereka menjawab,’Tidak, demi Alah, mereka tidak melihatMu’. Allah berkata,’Bagaimana seandainya mereka melihatKu?’ Mereka menjawab,’Seandainya mereka melihatMu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepadaMu, lebih mengagungkan kepadaMu, lebih mensucikan kepadaMu’. Allah berkata,’Lalu, apakah yang mereka minta kepadaKu?’ Mereka menjawab, ’Mereka minta surga kepadaMu’.

Allah bertanya, ’Apakah mereka melihatnya?’ Mereka menjawab,’Tidak, demi Alah, Wahai Rabb, mereka tidak melihatnya’. Allah berkata,’Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab,’Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan’.”

Allah berkata: “Lalu, dari apakah mereka minta perlindungan kepadaKu?” Mereka menjawab,”Mereka minta perlindungan dari neraka kepadaMu.” Allah bertanya,”Apakah mereka melihatnya?” Mereka menjawab,”Tidak, demi Allah, wahai Rabb. Mereka tidak melihatnya.” Allah berkata, ”Bagaimana seandainya mereka melihatnya?” Mereka menjawab,”Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih menjauhi dan lebih besar rasa takut (terhadap neraka).” Allah berkata, ”Aku mempersaksikan kamu, bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Seorang malaikat diantara para malaikat berkata,”Di antara mereka ada Si Fulan. Dia tidak termasuk mereka (yakni tidak ikut berdzikir, Pent). Sesungguhnya dia datang hanyalah karena satu keperluan.” Allah berkata,”Mereka adalah orang-orang yang duduk. Teman duduk mereka tidak akan celaka (dengan sebab mereka).” 
(HR Bukhari, no. 6408, dan ini lafahznya; Muslim, no. 2689.)

Bila Al Mahdi muncul





Bila sudah terjadi huru hara di negeri Syam, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba-lomba untuk beramal shalih karena akhir zaman semakin dekat.  Sesuai hadits Nabi, umat Islam juga diperintahkan untuk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir. Hanya iman dan amal sholih yang akan menyelamatkan kita. 


Al-Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka maka tahun itu dukhon terjadi, apa penyebabnya, entah nuklir entah meteor, Allahu'alam. Maka berjaga-jagalah mulai ramadhan tahun ini dan tahun-tahun setelahnya.

Dan jamaah haji akan dibantai di Mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al-Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.Saat Al-Mahdi sudah muncul di Mekkah, semua orang mukmin wajib datang ke sana dan membaiat al-Mahdi sebagai pemimpin umat Islam. Meski harus merangkak di atas salju. Ini bermakna kiasan, bisa juga bermakna yang sesungguhnya. 

Sebelum fase dajjal, terjadi kemarau panjang 3 tahun. Penghujung tahun ini, hingga 2021 menurut badan meteorologi dunia akan terjadi kemarau disebabkan badai elnino. Lalu tahun 2021 bumi akan mengalami penurunan suhu ekstrim disebabkan badai la nina hingga akan menjadi sangat dingin. "Meski harus merangkak diatas salju"

Pertanyaan besarnya adalah, lalu bagaimana cara kita ke Mekkah untuk bertemu dan membaiat Imam Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Dan keadaan iklim dunia sangat tdk bersahabat.
Inilah poin dan tujuan kita, agar mampu mempersiapkan segala sesuatunya.

Sumber: @malhamahkubro

Kedermawanan Abdurohman Bin Auf رضي الله عنه

Kedermawanan  Abdurrohman bin auf  رضي الله عنه adalah sesuatu yang tidak diingkari oleh semuanya. Maka cukuplah satu peristiwa bersejarah yaitu tatkala Rosululloh صلى الله عليه وسلم mempersiapkan Jaisyul 'Usroh (pasukan berat) sebagai saksi kedermawanan saudagar sahabat Abdurrohman bin auf. Perang Tabuk adalah peperangan terahir yang diikuti oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم semasa hidupnya, tatkala itu kebutuhan materiil sebanding dengan kebutuhan personel karena pasukan Romawi adalah pasukan yang besar materiil dan personelnya, padahal tahun itu adalah musim paceklik di kota Madinah, sedang perjalanan perang panjang dan perbekalan sedikit. 
Karena materiil yang ada lebih sedikit dari jumlah personelnya, tatkala sekelompok kaum mukminin memberanikan diri datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم meminta izin untuk berangkat ke Tabuk padahal mereka tidak memiliki bekal yang dapat membawa mereka kesana, Nabi صلى الله عليه وسلم menolak mereka karena tidak adanya perbekalan. Akhirnya, mereka kembali sedang air mata mereka mengalir karena sedih tidak ada yang dapat mereka infakkan. Merekalah yang disebut dengan para bakkain (sahabat miskin yang menangis). Dan disebutlah pasukan perang tersebut sebagai pasukan Jaisyul 'Usroh (pasukan berat) karena beratnya persiapan baik materiil dan personel di musim paceklik panjang.

Di saat-saat itulah Rosululloh صلى الله عليه وسلم begitu mendorong para sahabatnya untuk berinfak di jalan Alloh عزّوجلّ dengan mengharap pahala besar dari-Nya. Maka kembalilah para sahabat رضي الله عنهم mengorek dan menguras seluruh simpanan harta yang mereka miliki untuk menyambut seruan Nabi صلى الله عليه وسلم tersebut. Dan di antara jajaran para sahabat yang terdepan dalam berinfak ialah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه. Beliau datang dengan membawa 200 uqiyah emas, hingga Umar al-Faruq رضي الله عنه mengatakan, "Sungguh saya tidak melihat Abdurrohman bin Auf kecuali dia telah berdosa, karena ia sama sekali tidak menyisakan dari hartanya...." Sampai-sampai Rosululloh صلى الله عليه وسلم bertanya, "Apakah sudah ada yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abdurrohman?" Beliau menjawab, "Iya, aku tinggalkan untuk mereka sesuatu yang lebih banyak dari yang aku infakkan dan jauh lebih berharga." Rosululloh صلى الله عليه وسلم menyahut, "Berapa?" Beliau menjawab, "Apa yang Alloh عزّوجلّ dan Rosul-Nya telah janjikan berupa pahala, rezeki, dan kebaikan."

Pada kesempatan yang lain, Rosululloh صلى الله عليه وسلم hendak menyiapkan sariyyah1 maka beliau kembali membangkitkan semangat infak para sahabat رضي الله عنهم seraya mengatakan, "Bersedekahlah-bersedekahlah karena aku hendak mengutus suatu pasukan." Maka bersegeralah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه ke rumah lalu kembali dengan mengatakan, "Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku memiliki 400.000 dinar, yang 200.000 aku sedekahkan dan 200.000 lagi aku tinggalkan untuk keluargaku." Kemudian terucaplah do'a dari lisan Rosululloh صلى الله عليه وسلم yang mulia, "Semoga Alloh memberkahi (hartamu) baik apa yang engkau berikan atau apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu."

Sungguh Alloh عزّوجلّ mengabulkan do'a yang diucapkan oleh lisan Nabi-Nya, Maka lihatlah pada suatu hari datanglah sekelompok (kafilah) dagang milik Abdurrohman bin Auf عزّوجلّ ke kota Madinah sedang mereka berjumlah 700 penunggang yang membawa semua kebutuhan manusia dan perhiasan. Tatkala mereka masuk kota Madinah, bergetarlah bumi Madinah dan terdengarlah suara gemuruh. Ketika ditanyakan suara apakah itu, lalu dijawab, "Kelompok (kafilah) dagang milik Abdurrohman bin Auf, sebanyak 700 unta yang memikul gandum, tepung, dan semua kebutuhan hidup manusia."

Sumber:www.ibnumajjah.com (PUSAT DOWNLOAD EBOOK ISLAM)

Rasulullah bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek! (update 1/12/2019)

Sebagai seorang Muslim, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk mengenal sosok yang menjadi idola dunia dan akhirat, Dialah Sang pembela kebenaran dan pembela umat yang mulya. Manusia yang diutus untuk menerangi alam dunia. Dialah Muhammad SAW Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib. Bintang terang yang cahayanya sampai kepelosok Dunia. Dialah nabi Kita yang mulya. Suri Tauladan yang mesti kita ikuti, yang semestinya kita jadikan panutan hidup. dan bukanlah artis-artis, pemain bola di masa kini yang membuat anak muda dan anak-anak kita tergila-gila untuk mengikuti gaya dan trend hidup mereka hingga menjadi fans berat.

Image Google
Kita sebagai umat beliau hendaknya lebih mengenal siapa Rasulullah SAW, seperti apakah bentuk tubuh beliau. Dari Anas Bin Malik Ra : "Rasulullah saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah (menjadi rasul) dalam usia empat puluh tahun. Beliau tingal di Mekkah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia enam puluh tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh lembar rambut yang telah berwarna putih."

(diriwayatkan oleh Abu Raja' Qutaibah bin Sa'id, dari Malik bin Anas, dari Rabi'ah bin Abi `Abdurrahman yang bersumber dari *Anas bin Malik r.a) •


    Anas bin Malik r.a adalah Abu Nadhr Anas bin Malik al Anshari al Bukhari al Khazraji. Ia tinggal bersama Rasulullah saw dan membantu Beliau selama sepuluh tahun.Dan ia adalah sahabat yang paling akhir meninggal dunia di Bashrah, yaitu pada tahun 71 H. • Perawi menghilangkan bilangan satuannya dari puluhan (digenapkan) . Karena kebanyakan riwayat menyatakan bahwa Rasulullah saw tinggal di Mekkah sebagai Rasul 13 tahun, dan wafat pada usia 63 tahun. "Aku tak pernah orang yang berambut panjang terurus rapi, dengan mengenakan pakaian merah, yang lebih tampan dari Rasulullah saw. Rambutnya mencapai kedua bahunya.Kedua bahunya bidang. beliau bukanlah seorang yang berperawakan pendek dan tidak pula terlampau tinggi." (diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki',dari Sufyan, Dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al Bara bin `Azib r.a)


  "Rasulullah saw. tidak berperawakan terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Beliau berperawakan sedang diantara kaumnya. Rambut tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, dagunya tidak lancip dan wajahnya agak bundar. Kulitnya putih kemerah merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. beliau memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Tapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila Beliau berjalan, berjalan dengan tegap seakan akan Beliau turun ke tempat yang rendah. Bila Beliau berpaling maka seluruh badannya ikut berpaling. Diantara kedua bahunya terdapat Khatamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian. Beliau memiliki hati yang paling pemurah diantara manusia. Ucapannya merupakan perkataan yang paling benar diantar semua orang. Perangainya amat lembut dan beliau paling ramah dalam pergaulan. Barang siapa melihatnya, pastilah akan menaruh hormat padanya. Dan barang siapa pernah berkumpul dengannya kemudian kenal dengannya tentulah ia akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya, pastilah akan berkata: "Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudahnya orang yang seistimewa Beliau saw." (Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi al Bashri, juga diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr dan Abu Ja'far bin Muhammad bin al Husein, dari `Isa bin Yunus, dari `Umar bin `Abdullah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w. yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.)


Sumber: Assyamailul Muhammadiyah
Back To Top